SuaraSumut.id - Bocah berusia tiga tahun hanyut diseret arus sungai di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Pereulak, Kabupaten Aceh Timur.
Peristiwa terjadi Rabu (20/1/2021) pukul 08.30 WIB. Korban ditemukan selamat dan dirawat di rumah sakit.
"Korban bernama Layla terpeleset dan terseret arus banjir saat orang tuanya sedang mencuci pakaian," kata Camat Ranto Peureulak, Mukhtaruddin, dilansir Antara.
Awalnya ibu korban bernama Yusnidar mencuci pakaian. Tiba-tiba anaknya sedang bermain terjatuh dan diseret arus sungai.
Mengetahui anaknya dibawa arus, ia meminta bantuan warga. Tidak lama berselang lama warga melakukan pencarian dan menemukan korban 300 meter dari titiknya jatuh.
"Korban ditemukan di areal persawahan. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Ranto Peureulak, tapi karena kekurangan peralatan, korban dirujuk ke rumah sakit di Peureulak," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja
-
Warga Bandar Tarutung Tapsel Berjuang Atasi Jalan Berlumpur Pascabanjir, Aktivitas Ekonomi Tersendat
-
Kapolda Aceh Ngaku Tak Tahu Motif Anggota Brimob Gabung Tentara Bayaran Rusia
-
8 Jembatan Bailey Dibangun di Aceh Timur Pascabencana