SuaraSumut.id - Seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar aksi tunggal, Senin (8/2/2021). Mahasiswa bernama Dimas itu menggelar aksi tunggal di depan Gedung Biro Rektorat USU.
Dengan memakai topi caping, almamater USU, sembari memegang pengeras suara, Dimas terlihat duduk sembari menunggu rektor USU untuk turun menjumpainya.
Tampak spanduk bertuliskan 'Tolak semua mahasiswa konglomerat! Pak rektor ! Ringankan UKT/SPP mahasiswa USU' di bentangkan di depannya.
Ia mulai berpuisi serta orasi soal problem mengenai persoalan mahasiswa di USU terkait UKT.
"Baru dua hari kita pendataan, hari ini ada 2.000 mahasiswa berharap keringanan UKT," kata Dimas, dilansir digtara.com--jaringan suara.com.
Pihak rektorat sempat menghampirinya. Melalui Kepala Humas USU, Elvi mengatakan, untuk berdiskusi dengan WR 1 di dalam gedung rektorat.
Namun karena sebagian media tidak bisa turut ikut dalam audiensi, Dimas menolak untuk bicara di dalam gedung.
"Kalau mau audiensi semua media harus ikut biar hasilnya tersampaikan ke seluruh masyarakat. Jika tidak saya akan tetap tunggu pak rektor di sini. Agar pak rektor bisa bicara secara terbuka," jelasnya.
Alhasil, Elvi kembali ke gedung Biro Rektorat. Sampai saat ini Dimas masih berada di depan rektorat dan menyampaikan tuntutannya.
Baca Juga: Banjir Kiriman dari Bogor Rendam 14 Wilayah di Bekasi
"Jika hari ini tidak ada kejelasan dari pihak birokrasi kampus maka kita akan aksi esok hari dengan massa yang besar," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme
-
Imigrasi Sumut Sosialisasikan Rancangan Aksi Perubahan Simpel DBI
-
Effendi Simbolon Soroti Beasiswa LPDP dan KIP Kuliah, Minta Mahasiswa PTS Diperhatikan
-
Puluhan Santri Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus saat Acara HSN Pemkab Deli Serdang
-
UHN Bidik Investasi Rp1 Triliun untuk Smart Campus dan Rumah Sakit