SuaraSumut.id - Seorang pria berinisial HIB alias Herman (29) ditangkap polisi karena diduga melakukan pemerasan. Ia mengancam akan menyebar vide syur korbann melalui media sosial Facebook dan Whatsapp.
Korbannya adalah wanita berisinial GSE. Dari pelaku disita barang bukti dua buah video, satu unit HP, dan ATM.
"Ditreskrimsus Polda NTT mengamankan HIB, pelaku pencurian data dan/atau illegal akses dan/atau pemerasan yang ditujukan kepada saudari GSE melalui media sosial WhatsApp dengan menggunakan nomor 08573801xxxx," kata Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Trishian Krisna Budhiaswanto, dilansir dari digtara.com--jaringan suara.com, Kamis (11/2/2021).
Dalam aksinya, pelaku mengirim pesan WhatsApp dengan menggunakan nomor 085737414xxx ke korbannya. Pelaku mengirim sebuah screenshoot berupa gambar diri korban sedang menggunakan pakaian.
"Kemudian karena tidak direspon oleh korban, pelaku mengirim lagi sebuah video diri pelapor sedang menggunakan pakaian dalam," ujarnya.
Setelah itu pelaku mengancam kalau korban tidak mengirim uang ke pelaku sebesar Rp 1.000.000 ke rekening FL alias Feby, maka pelaku akan menyebarkan video tersebut. Korban pun mengirimkan uang sesuai permintaan pelaku.
Tapi setelah uang dikirim, pelaku tak berhenti memeras korban. Korban yang kesal, akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polda NTT.
Saat diperiksa polisi, pelaku mengakui mendapat video dan foto tersebut melalui proses pembobolan akun google dengan memasukkan nomor handphone dan kata sandi tanggal lahir pelapor/korban yang didapat dari profil akun facebook pelapor/korban.
"Motif pelaku melakukan pembobolan akun tersebut adalah untuk meminta uang Rp 3 juta sebagai imbalan kepada pelaku untuk menghapus serta tidak menyebarkan video," jelasnya.
Baca Juga: Tukang Pijat Aborsi di Salaman Magelang Ditangkap, Ngaku Belajar di Youtube
Pelaku mengakui baru 2 kali melaksanakan tindakan pembobolan akun google dengan melihat informasi di profil facebook yaitu akun Fb GE dan GR.
Pelaku dipersangkakan dengan Pasal 29 junto pasal 4 ayat (1) huruf d undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dan/atau pasal 48 ayat (2) junto pasal 32 ayat (2) dan/atau pasal 46 ayat (2) junto pasal 30 ayat (2) dan/atau pasal 45 ayat (1) junto pasal 27 ayat (4) undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Berita Terkait
-
Terbujuk Beli Barang Antik, WNA Italia Jadi Korban Pemerasan dan Penipuan
-
Akhir Nasib 3 Wartawan Gadungan Peras Bos SPBU Sintang
-
Waduh! Ngaku-ngaku Jadi Wartawan, Tiga Penipu Peras Bos SPBU
-
Ditolak Berhubungan Badan, Pria Sebar Foto Syur Pacar di Instagram
-
Penyebar Foto Syur Mantan Pacar di Medan Divonis 12 Tahun Bui
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
225 Destinasi Wisata di Aceh Rusak Akibat Bencana
-
Jangan Anggap Sepele Ban Motor! Ini Alasan Harus Ganti Ban Sebelum Liburan Isra Miraj
-
Diskon Tiket Kereta 10 Persen Buat Alumni-Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi, Ini Cara Daftarnya
-
Libur Panjang Isra Miraj, KAI Sumut Sediakan 34.288 Tiket Kereta
-
Pria Aceh Ditangkap Bawa 1,9 Kg Sabu ke Jakarta saat Hendak Naik Pesawat