SuaraSumut.id - Polda Aceh mengusut dugaan praktik investasi Dinar Khalifah. Polisi menyebut, kerugian diperkirakan mencapai Rp 20 miliar.
"Pengusutan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat terkait adanya dugaan praktik investasi bodong Dinar Khalifah," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, dilansir dari Antara, Jumat (26/2/2021).
Winardy mengatakan, Dinar Khalifah menawarkan paket investasi uang melalui umrah, mobil, hingga rumah. Namun, hingga waktu jatuh tempo keuntungan yang dijanjikan tidak kunjung dibayar.
"Total investasi yang dikumpulkan Dinar Khalifah sekitar Rp 15 miliar hingga 20 miliyar dengan korban lebih kurang 250 orang," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal diketahui investasi itu tidak memiliki izin dari Bank Indonesia, OJK maupun Perlindungan Konsumen.
"Setelah dicek, memang tidak ada izin. Kegiatan tersebut seharusnya ada izin dari OJK," ungkapnya.
Pengusutan kasus itu mengalami kendala karena situasi pandemi Covid-19, sehingga polisi harus berkoordinasi dengan saksi ahli di luar daerah. Namun demikian, penyidikan kasus itu tetap berjalan.
"Ada saksi ahli di luar daerah yang akan dimintai keterangannya. Namun karena masih pandemi menjadi terkendala. Akan tetapi penyidikan itu saya pastikan tetap berjalan dengan lancar," tukasnya.
Baca Juga: Latihan Perdana Eks Arema FC Bersama Borneo FC, Hendro: Alhamdulilah
Berita Terkait
-
Dilimpahkan ke Kejari, Pelaku Investasi Bodong di Cianjur Banyak Bungkam
-
Lagi! Investasi Bodong Modus Jual Pakaian, Nilainya Tembus Rp 20 Miliar
-
Skema Ponzi, Modus Investasi Bodong yang Kembali Marak di Indonesia
-
TikTok Cash Investasi Bodong Berwajah Baru Diblokir Kominfo
-
Namanya Dicatut Investasi Bodong, Yusuf Mansur: Ini Jelas Penipuan
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jangan Anggap Aman! Vape Ternyata Punya Risiko Serius bagi Kesehatan
-
Empat Orang Ditangkap Terkait Dugaan Fasilitasi Jarimah Zina Online di Aceh Barat
-
Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Pecatan TNI Gadaikan 13 Mobil Rental di Dairi untuk Berjudi, Modus Kampanye Pilkades
-
Driver Taksi Online Dirampok Lalu Jasadnya Dibuang ke Asahan, 2 Pelaku Ditangkap dan Ditembak