Scroll untuk membaca artikel
Suhardiman
Senin, 01 Maret 2021 | 16:22 WIB
Warga menggelar aksi demo di depan Mapolres Pelabuhan Belawan. [Ist]

SuaraSumut.id - Warga bersama keluarga korban pembunuhan dua wanita muda menggelar aksi demo di depan Mapolres Pelabuhan Belawan, Senin (1/3/2021).

Mereka mendesak agar tersangka yang merupakan oknum polisi Aipda RS dihukum mati atas perbuatannya, karena telah merenggut nyawa dua korban sekaligus.

Pengunjuk rasa membentangkan karton bertuliskan "Nyawa harus dibayar nyawa". Mereka meminta keadilan terhadap tewasnya kedua korban yang jasadnya dibuang terpisah di Medan dan Serdang Bedagai.

"Kami ingin tersangka dihukum mati," teriak pengunjuk rasa di depan Mapolres Pelabuhan Belawan.

Baca Juga: Heboh Nurdin Halid Goyang TikTok Pasca OTT Nurdin Abdullah, Ini Klarifikasi

Salah seorang kerabat korban, Atik mengatakan, aksi demo yang dilakukan sebagai bentuk protes atas perbuatan Aipda RS.

"Kami hanya minta tersangka dihukum mati. Nyawa harus dibayar nyawa. Karena kami mendengar kalau pelaku hanya dihukum 15 tahun penjara. Bayangkan ada dua orang yang menjadi korban, tapi kenapa pelaku diancam hukuman 15 tahun," ujarnya.

Kedua ibu korban yang turun melakukan aksi sempat terjatuh pingsan. Sejumlah warga terpaksa membopong ibu korban yang jatuh pingsan untuk dievakuasi.

Wakapolres Pelabuhan Belawan, Kompol Herwansyah didampingi Kabag Ops, Kompol Mustafa Nasution turun menjumpai pengunjuk rasa.

Mereka meminta masyarakat untuk mempercayakan kasus itu diproses secara hukum. Pihak kepolisian akan menegakkan keadilan terhadap perbuatan tersangka.

Baca Juga: Rizky Billar dan Lesti Kejora Menikah Usai Lebaran?

Usai mendengar penjelasan tersebut, para pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib.

Load More