SuaraSumut.id - Pemkab Serdang Bedagai (Sergai) menargetkan mencetak 1.000 hektare lahan persawahan baru hingga 2024.
Hal ini dilakukan sebagai upaya mendukung program Presiden Joko Widodo yang menginginkan Indonesia swasembada beras.
Demikian dikatakan Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya, dilansir Antara, Senin (5/4/2021).
Ia menyebutkan, beberapa hari sebelumnya dirinya baru meninjau potensi persawahan baru di Kecamatan Pantai Cermin.
Rencananya disekitar areal tersebut akan dibangun infrastruktur irigasi persawahan yang selama ini dikeluhkan petani.
"Setelah program mencetak 1.000 hektar lahan persawahan yang baru, diharapkan Serdang Bedagai menjadi lumbung padi terbesar di Sumut," katanya.
Ia mengatakan hingga tahun 2024, pihaknya akan bekerjasama, bersinergi untuk menggandeng tokoh masyarakat dan kelompok tani agar target cetak lahan persawahan baru dapat terealisasi.
"Di Serdang Bedagai sendiri terdapat beberapa kecamatan yang memiliki potensi lahan persawahan, khususnya di Kecamatan Bandar Khalipah, Teluk Mengkudu, Pantai Cermin dan Perbaungan," katanya.
Petani di Kecamatan Pantai Cermin telah berhasil mencetak lahan persawahan baru sekitar 50 hektare dan diharapkan tahun ini bisa menambahnya menjadi 60 hektar.
Baca Juga: Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Diperiksa Kasus Masjid Sriwijaya
"Pemkab akan berupaya memenuhi kebutuhan para petani dalam menggarap lahan persawahan, demi meningkatkan produksi padi dan menjadikan Serdang Bedagai sebagai lumbung padi terbesar di Sumut," tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jangan Anggap Aman! Vape Ternyata Punya Risiko Serius bagi Kesehatan
-
Empat Orang Ditangkap Terkait Dugaan Fasilitasi Jarimah Zina Online di Aceh Barat
-
Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Pecatan TNI Gadaikan 13 Mobil Rental di Dairi untuk Berjudi, Modus Kampanye Pilkades
-
Driver Taksi Online Dirampok Lalu Jasadnya Dibuang ke Asahan, 2 Pelaku Ditangkap dan Ditembak