SuaraSumut.id - Seekor gajah sumatera ditemukan mati di Desa Sri Mulya, Kecamatan Peunarun, Kabupaten Aceh Timur.
Gajah diperkirakan berusia 10 bulan itu ditemukan mati pada Sabtu (5/6/2021). Belum diketahui pasti penyebab kematian gajah tersebut.
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama sejumlah lembaga mitra telah melakukan nekropsi terhadap bangkai anak gajah itu guna diuji di laboratorium forensik.
Sampel yang diambil seperti hati, empedu, jantung, usus, dan bagian-bagian lain di dalam tubuh yang dianggap penting untuk pemeriksaan.
Informasi menyebutkan paha kanan bagian atas satwa dilindungi itu terlihat luka dan mulai menghitam serta membusuk.
Anak gajah jantan itu diperkirakan mati dua hingga tiga hari sebelum ditemukan. Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Mazda Hadirkan The All-New CX-5 Kuro Edition di Medan
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Strombolian, Status Level III Masih Berlaku
-
Brigadir Iman Dijatuhi Demosi 5 Tahun, Eks Istri Tewas karena Luka Tembak
-
Erupsi Anak Krakatau Berdampak Terhadap Konektivitas dan Distribusi di Aceh
-
Polisi Tangkap Pelaku Penculikan di Aceh, Amankan Senpi dan 13 Butir Peluru