Suhardiman
Rabu, 07 Juli 2021 | 07:05 WIB
Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Andi Yusnanto saat diwawancarai wartawan. [Budi Warsito/Suara.com]

SuaraSumut.id - Berbagai upaya akan dilakukan Balai Besar Karantina Pertanian Belawan untuk terus meningkatkan ekspor komoditas pertanian. Salah satu program yang akan dilakukan adalah dengan melakukan pembinaan kepada para petani di kabupaten/ kota di Sumut. Selain itu, produk-produk ekspor yang baru muncul juga akan digenjot.

"Pembinaan seratus desa itu salah satu program kita di Kementerian Pertanian khususnya Balai Pertanian. Kita kebetulan ada seratus desa yang kita usulkan untuk melakukan pembinaan terhadap komiditi unggulan di desa itu," kata Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Andi Yusmanto, Selasa (6/7/2021).

Saat ini, kata Andi, Kementerian Pertanian melakukan turun ke lapangan langsung. Tujuannya untuk melihat apa sebenarnya kendala di level petani. Langkah itu untuk meningkatkan ekspor komoditas dari Indonesia.

"Produk-produk baru yang baru muncul ini yang coba kita jual sebenarnya. Kita lihat beberapa tahun ini ekspor sudah cukup naik bahkan dari yang kita bayangkan sebelumnya," kata Andi.

Pembinaan yang akan dilakukan agar komiditi unggulan di desa dapat diterima dengan baik oleh negara tujuan ekspor. Misalnya standar atau kriteria komoditas diminta oleh buyer. Juga soal persyaratan-persyaratan yang harus dilengkapi para petani.

"Kita berikan edukasi ke petani supaya mereka gak sembarangan ekspor. Sekarang yang paling penting kita juga akan lakukan pertemuan eksportir, calon eksportir supaya ada komunikasi," ujarnya.

Salah satu contohnya seperti porang. Di mana ada permintaan agar porang yang diekspor dalam bentuk tepung.

"Yang ada sekarang kita mau tingkatkan porang kita. Ada persyaratan khusus, jadi untuk di ekspor harus dalam bentuk tepung. Saya juga tertarik ekspor sabut kelapa. Jangan salah, sabuk kelapa itu dijadikan jok ferari," katanya.

Ia mengaku, ada 100 desa yang diajukan di 10 kabupaten/kota di Sumatera Utara, seperti Deli Serdang, Simalungun, Karo dan lainnya.

Baca Juga: Jadwal Kompetisi Ditunda, Manajemen PSMS Medan: Klub Rugi Banyak

"Pada prinsipnya, selain fungsi karantian sebagai mencegah hama penyakit, kita juga membantu petani untuk meningkatkkan keinginan petani untuk ekspor," terang Andi.

Saat ditanya terkait kendala ekspor, Andi mengatakan, bahwa kendala di lapangan dengan ketersediaan kontainer.  

"Kendala ekspor saat pendami ini ketersediaan kontiner. Karena hampir semua negara lockdown jadi kontainer yang ada bahasa kita ya itu-itu aja," jelasnya.

Program Pertanian untuk Petani

Untuk peningkatan ekspor komoditas pertanian dan perkebunan, Kementerian Pertanian memberikan sejumlah program untuk para petani selain program pembinaan. Ia mengaku, itu semua untuk mensejahterakan para petani di Indonesia.  

"Bahasanya kita membuat mereka lebih sejahtera lah. Karena dengan Program Kementerian Pertanian sendiri sudah sangat mendukung terkait ini," katanya.

Load More