SuaraSumut.id - Polisi menungkap kasus kematian lima gajah di Gampong Tuwi Priya, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya pada tahun 2020. Dalam pengungkapan itu, polisi menangkap 11 orang diduga pelaku yang terlibat dalam kasus itu.
Para pelaku yang ditangkap berinisial HD (39), LH, (43), HI (46), SP (62), MR (32), ZB (25), MA, (38), kemudian SD (49), AM (61), dan dua orang berperan membantu menjual dan membeli gading yaitu IF (46), MN (68).
"Para pelaku ditangkap di beberapa lokasi berbeda," kata Kapolres Aceh Jaya AKBP Harlan Amir, melansir Antara, Kamis (16/9/2021).
Ia mengatakan, para pelaku yang ditangkap mempunyai peran yang berbeda-beda, seperti mengeksekusi lima gajah baik membuat jerat, maupun mengambil gadingnya.
"Perkara ini sudah dilakukan pengungkapan selama 1 tahun 8 bulan lamanya, berdasarkan pemeriksaan gading tersebut dijual dengan harga Rp 3.500.000," ujarnya.
Para pelaku dipersangkakan dengan Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf A dan B UU RI Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya jo Pasal 55 KUHAP.
"Ancaman hukumannya paling lama 5 tahun penjara," katanya.
Sebelumnya, pada Rabu 1 Januari 2020 petugas mendapatkan informasi ditemukan lima ekor kerangka gajah di area perkebunan, tepatnya di Gampong Tuwi Periya Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya.
Berdasarkan hasil uji tim BKSDA dan bukti di TKP gajah tersebut mati karena terjerat kawat dengan aliran listrik.
Baca Juga: Jelang MotoGP Misano, Pecco Bagnaia Kian Berapi-api Kejar Fabio Quartararo
Berita Terkait
-
Kawanan Gajah Sumatera Masuk Kawasan Tesso Nilo, BKSDA Ungkap Penyebabnya
-
Awalnya Iseng Tanam Stroberi di Pinggir Sungai Gajah Wong, Tulus Raup Rp8 Juta per Bulan
-
Gemas, Sri Lanka Laporkan Kelahiran Sepasang Gajah Kembar Pertama
-
Ditemukan Jaladwara Kuno Berbentuk Mitologi Gajah di Petirtaan Sumberbeji Jombang
-
46 Gajah Mati di Aceh, Ini Pemicunya
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jangan Anggap Aman! Vape Ternyata Punya Risiko Serius bagi Kesehatan
-
Empat Orang Ditangkap Terkait Dugaan Fasilitasi Jarimah Zina Online di Aceh Barat
-
Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Pecatan TNI Gadaikan 13 Mobil Rental di Dairi untuk Berjudi, Modus Kampanye Pilkades
-
Driver Taksi Online Dirampok Lalu Jasadnya Dibuang ke Asahan, 2 Pelaku Ditangkap dan Ditembak