SuaraSumut.id - Rahma Dayanty menargetkan meraih medali emas dalam PON XX di Papua dari cabang olahraga pencak silat.
Target itu tentunya realistis, mengingat Rahma ingin meningkatkan prestasi dari PON sebelumnya tahun 2016 di Jawa Barat dengan raihan perunggu.
"Untuk target PON tahun ini, Insya Allah meraih emas. Mudah-mudahan target itu bisa terpenuhi," katanya, melansir Antara, Selasa (21/9/2021).
Wanita kelahiran 17 Februari 1996 itu terus mengasah jurus-jurusnya selama pelatda. Pesilat dari perguruan Walet Putih ini merupakan satu-satunya atlet asal Kota Medan dari 9 atlet yang tergabung di kontingen Sumut.
Terkait lawan yang perlu diwaspadai, ia mengaku semua sama, hanya saja bagaimana kesiapan seorang pesilat selama "bertarung" di arena dan jangan sampai lengah.
"Gak ada yg perlu terlalu diwaspadai pada pertandingan nantinya, hanya saja setidaknya 50 persen kita bisa membaca permainan lawan-lawan yang dihadapi, bisa kita lihat melalui youtube dan banyak try out-try out yang dilaksanakan. Dari situ bisa belajar antisipasi atau yang lebih penting mempertajam senjata kita sendiri," katanya.
Rahma bersama rombongan akan berangkat ke Papua pada 2 Oktober dan akan bertanding pada 6-12 Oktober mendatang. Rahma akan bertarung di kelas D Putri (60-65 kg).
"Saya mohon doa masyarakat Sumut, khusus keluarga besar IPSI Kota Medan dan perguruan Walet Putih sehingga memperoleh hasil maksimal berupa keping emas dapat terwujud," tukasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Jelang PON Papua, Atlet Selam Lampung Giat Latihan di Perairan Papua
-
Pemkot Gorontalo Janjikan Hadiah Rumah Bagi Atlet PON Papua yang Dapat Emas
-
Rafli Setiawan, Atlet Esports Termuda di PON Papua 2021
-
Telkom Siapkan Jaringan untuk Jamin Kelancaran Cabor Esports di PON Papua
-
PON Papua: Dua Medali Emas, Target Tim Terbang Layang Tuan Rumah
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jangan Anggap Aman! Vape Ternyata Punya Risiko Serius bagi Kesehatan
-
Empat Orang Ditangkap Terkait Dugaan Fasilitasi Jarimah Zina Online di Aceh Barat
-
Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Pecatan TNI Gadaikan 13 Mobil Rental di Dairi untuk Berjudi, Modus Kampanye Pilkades
-
Driver Taksi Online Dirampok Lalu Jasadnya Dibuang ke Asahan, 2 Pelaku Ditangkap dan Ditembak