SuaraSumut.id - Wali Kota Medan Bobby Nasution mengumpulkan OPD dan 21 Camat untuk membahas permasalahan banjir di Kota Medan, Jumat (26/11/2021).
Pada pertemuan itu, Bobby tampak kurang puas hingga meminta adanya rapat lanjutan dalam waktu dekat.
Bobby ingin Dinas PU dan UPT hingga camat sigap dan punya denah yang jelas dan terperinci untuk memetakan kawasan yang tergenang jika kondisi intensitas hujan rendah, sedang hingga tinggi.
"Dibutuhkan mitigasi yang jelas. Jadi apa permasalahan di wilayah masing-masing benar-benar bisa dipahami," kata Bobby.
Baca Juga: Bandingkan Penghasilan Jadi Artis dan Pengusaha, Irwansyah Singgung Endorse
Bobby juga minta para camat yang daerahnya alami banjir untuk memetakan.
“Ini harus ada capaian solusinya setiap wilayah. Ini (UPT) tentunya yang paling utama dalam mengatasi persoalan banjir, pastikan aliran air dari hulu ke hilir dapat mengalir dengan baik," ujarnya.
Plt Kadis PU Kota Medan Ferri Ichsan mengatakan, saat ini ada 1.514 lokasi titik genangan air. Data itu sesuai laporan yang disampaikan masing-masing kecamatan tahun 2020. Untuk mengatasi titik genangan air, kata Ferri, Dinas PU akan melakukan berbagai langkah teknis.
"Kita akan lakukan identifikasi serta pemetaan kondisi lokasi banjir dan genangan dengan melibatkan pihak kecamatan dan pihak kelurahan. Kemudian melakukan identifikasi dan evaluasi seluruh kinerja salurah eksisting primer dan sekunder yang ada, termasuk gorong-gorong, validasi dan updating pemetaan catchment dan catchment sungai dan drainase berdasarkan hasil kondisi lapangan," ujarnya.
"Di samping itu, pembuatan database dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) Sistem Drainase Perkotaan dan normalsiasi anak-anak sungai dan sungai yang ada di Kota Medan," tambahnya.
Baca Juga: Kandas Babak Kedua Indonesia Open 2021, Praveen/Melati Kesulitan Sejak Awal Laga
Dinas PU juga akan memasang jaring sampah di sungai. Kemudian melakukan optimalisasi pembersihan seluruh endapan-endapan dalam saluran drainase eksisting yang ada, mengoptimalkan operasionalisasi dan pemeliharaan kanal banjir, termasuk keberadaan pintu air.
Berita Terkait
-
Ditanya Banjir Sampai Sampah saat Halalbihalal ke Megawati, Pramono: Alhamdulillah Bisa Kita Jawab
-
Giant Sea Wall: Solusi Banjir Rob Jakarta atau Proyek Ambisius Tanpa Dana Jelas?
-
Fantastis! Total Kerugian Akibat Banjir Jabodetabek Ternyata Tembus Rp1,7 Triliun
-
Jokowi Berburu Takjil di Kota Medan, Netizen: Aura Presiden Tak Kunjung Hilang
-
Pemerintah Bentuk Tim Mitigasi, Cegah Banjir Besar Jabodetabek dan Cianjur Terulang
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
KAI Tambah Kursi Penumpang Rute Medan-Rantau Prapat untuk Arus Balik Lebaran 2025
-
Viral Sepeda Motor Masuk Tol Medan-Kualanamu, Pengendara Mengaku Ikuti Maps
-
Ngeri! Tukang Ojek di Sergai Digorok Penumpang Pakai Cutter
-
Ancam Bunuh Ibu Kandung, Pria di Medan Diamuk Warga
-
Remaja Asal Aceh Hanyut Mandi Sungai Saat Mudik ke Langkat, Ditemukan Tewas