SuaraSumut.id - Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution terus menunjukkan perubahan dalam memimpin Kota Medan. Terbaru, Bobby membuka tongkrongan untuk warga Medan di Balai Kota setiap akhir pekan. Ragam kuliner disajikan, pertunjukan kesenian dan budaya pun dipersembahkan.
"Kita ketahui bahwa komitmen wali kota memberikan kebaikan bagi warga Kota Medan. Hal ini sudah tampak dari beberapa terobosan kebijakan yang berpihak kepada rakyat," kata Ketua Jurusan Ilmu Politik Fisipol USU, Indra Fauzan, dalam keterangan yang diterima, Jumat (17/12/2021).
"Kita melihat kebijakan vaksinasi yang masif dan gencar dilakukan. Begitu juga terkait pelayanan masyarakat memberantas pungli, bahkan tidak segan melakukan mutasi ataupun pemecatan terhadap pejabat publik yang kinerjanya jelek dan tidak sesuai target. Hal ini menunjukkan komitmen beliau dalam meningkatkan pelayanan publik," ujarnya.
Bobby memilih kebijakan pro rakyat dengan anggaran yang minim. Beberapa kegiatan dilaksanakan menarik dan apik walau tanpa anggaran.
"Kita lihat bahwa beliau menolak pengadaan mobil dinas baru hal ini tentunya sangat baik sekali. Anggaran pengadaan mobil dinas baru yang sangat banyak itu bisa dialihkan ke sektor lain. Kita juga bisa melihat potensi-potensi lain dari kebijakan beliau ke depannya," ujarnya.
Dalam tempo waktu yang belum genap satu tahun memimpin Kota Medan, Indra telah melihat gebrakan yang cukup meyakinkan.
"Kinerja beliau sudah cukup terasa di masyarakat, tinggal bagaimana para pejabat birokrat ini mendukung kinerja beliau berkolaborasi bersama untuk menciptakan birokrasi yang melayani dan bersih agar rakyat merasakan manfaat dari kebijakan kebijakan pemerintah kota medan. Semua program OPD tidak project oriented tapi memang kepada public service yang transparans dan akuntable," jelasnya.
Di sisi lain, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mendapatkan kritisi soal pengaspalan jalan di rumah dinas dengan anggaran Rp 2 Miliar. Pengamat politik dan pemerintahan asal USU, Dadang Darmawan menyarankan agar Edy melakukan hal serupa agar bisa lebih dekat dengan masyarakat.
"Apa yang dilakukan wali kota itu paling tidak gubernur berikan hal sama agar masyarakat bisa lebih dekat, bisa berdialog. Jangan pula membuka pintu ke masyarakat sampai harus renovasi besar-besaran," katanya.
Baca Juga: Resep Pisang Goreng Madu, Pasti Renyah di Luar, Lembut di Dalam
Apa yang dilakukan Bobby membuka pintu Balai Kota untuk masyarakat hendaknya dimanfaatkan dengan baik oleh warga untuk mengadu, beri informasi dan mencari solusi.
"Yang dilakukan wali kota itu lebih disosialisasikan. Manfaatkan pintu terbuka yang diberikan beliau. Saya yakin masyarakat lebih mudah menjangkau pemerintah berikan informasi dan solusi. Toh masyarakat bisa lebih dekat dengan wali kota dan cari solusi masalah yang dihadapi," tukasnya.
Berita Terkait
-
25 Sopir Angkot Positif Narkoba, Begini Kata Bobby Nasution
-
Bobby Nasution Klaim Medan PPKM Level 1, Gubsu Edy: Bila Perlu Mengklaimnya Nol....
-
Bobby Nasution Bilang Medan PPKM Level 1, Ingub Sumut Sebut Level 2
-
Bobby Nasution Minta Rp 1 Triliun Dana Infrastruktur Terserap Optimal
-
Bobby Nasution: Kota Medan PPKM Level 1
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Hyundai Creta Alpha Resmi Meluncur, Segini Harganya
-
Viral Pria Bersenjata Tajam di Labuhanbatu Selatan Sandera Wanita Renta, Pelaku Ditangkap
-
Daftar Desa dan Dusun di Aceh yang Hilang Akibat Bencana
-
59.365 Meter Jaringan Irigasi di Kabupaten Aceh Timur Rusak Akibat Bencana
-
Kurikulum Darurat KBM Diterapkan di Aceh Timur Pascabencana