Scroll untuk membaca artikel
Suhardiman
Selasa, 28 Desember 2021 | 20:26 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi [Ist]

Choki pun balas balik mengecam tindakan orang nomor satu di Sumut tersebut.

"Aku bingung, apa yang harus ditepuk tangankan dari beliau. Toh semua-semuanya biasa aja, jadi kenapa hanya karena tidak tepuk tangan, jadi kena marah di depan orang ramai," katanya kepada SuaraSumut.id, Selasa (28/12/2021).

Menurut Choki, selama ini perhatian Pemprov Sumut di cabang olahraga biliar sangat minim. Oleh sebab itu, ia heran mengapa Edy mengamuk hanya karena dirinya tidak tepuk tangan.

"Minim perhatian terhadap dunia olahraga, tapi gila hormat dan tepukan tangan dari penggiat olahraga. Hal spektakuler apa yang dibuatnya, sehingga penting kali tepuk tangan," katanya.

Baca Juga: Kualitas Thailand di Atas Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri: Bola Itu Bundar

Sarankan Edy ke Psikiater

Sementara itu, Ketua DPD GMNI Sumut Daniel Sigalingging menyarankan agar Edy ke psikiater.

"Ini Gubernur Sumut sepertinya perlu ke psikiater. Masa karena orang tidak tepuk tangan ketika dia bicara, sampai dipanggil ke depan, dijewer, dianggap remeh, bahkan sampai diusir. Ini bukan masalah over gila hormat lagi, tetapi ada gangguan pada psikologis beliau," kecamnya.

Daniel juga mempertanyakan maksud kalimat "tidak usah dipakai lagi, kau langsung keluar" yang dilontarkan Edy.

"Apakah dalam statement itu pelatih billiar dikeluarkan dari tim kepelatihan olahraga biliar Sumatera Utara? Kalau benar dikeluarkan, Edy telah memutus sumber rezeki dan mata pencaharian pelatih itu hanya karena tidak tepuk tangan padanya," katanya.

Baca Juga: Sunan Kalijaga Mundur dari Kuasa Hukum Doddy Sudrajat, Penyebabnya Karena Ini

Ia mengaku, Edy harus minta maaf langsung kepada pelatih tersebut dan juga kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara atas tingkah lakunya.

Load More