SuaraSumut.id - Sebanyak enam warga Binjai dan tiga warga Langkat, Sumatera Utara (Sumut), yang terjebak konflik Rusia dan Ukraina, dievakuasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
Kesembilan warga itu telah diterbangkan menuju Jakarta. Sebelumnya mereka dievakuasi ke Polandia, kemudian diterbangkan ke Qatar.
Pihak keluarga pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu evakuasi keluarga mereka.
Ainul Rodiah yang merupakan istri Iskandar mengaku, saat ini kecemasannya perlahan hilang setelah mengetahui kabar suami dan anaknya, Muhammad Aris Wahyudi sudah di zona aman.
"Terima kasih telah menyelamatkan keluarga kami di tengah perang tersebut," katanya, melansir digtara.com--jaringan suara.com, Senin (21/3/2022).
Diberitakan, sejumlah warga asal Sumut terjebak dalam konflik Rusia dan Ukraina, mendatangi Pemkot Binjai, Senin (7/3/2022).
Kedatangan mereka untuk menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi keluarga mereka yang saat ini sedang bersembunyi dari perang itu.
Pihak Pemkot Binjai yang menerima kedatangan keluarga TKI ini lalu menggelar video teleconference dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk segera mengevakuasi warga.
Ritami (42), ibu kandung M Raga Prayuda tampak gelisah saat berada di Pemkot Binjai. Ia memegang erat-erat foto anak laki-lakinya. Wanita ini tak bisa tenang melihat bom berjatuhan terus menerus di lokasi anaknya bekerja.
Baca Juga: Viral Minyak Goreng Merk Ternama Tumpah ke Laut, Polisi Turun Tangan
"Dia bilang aku baik-baik aja, mamak jangan cemas. Tapi saya melihat langsung lari-lari semuanya, bagaimana saya bisa tenang," tangis Ritami.
Ia mengatakan, saat ini anaknya dan delapan TKI lainnya sedang bersembunyi di bawah bunker di Ukraina. Bahaya terus mengintai akibat perang yang berkecamuk antara Rusia dan Ukraina.
"Sebelum video call sama saya kayaknya masih tenang tenang aja pemerintah, tapi begitu dia (tunjukkan video) lari bom semua mendengar baru adalah solusinya dari sini," ucapnya.
Ritami mengaku sedikit tenang setelah bertemu dan menyampaikan permintaan agar sembilan TKI dengan KBRI.
"Harapan saya segera dievakuasi dalam keadaan aman, penjelasan tadi saya tenang," tandasnya.
Berita Terkait
-
Twitter Hapus Lebih dari 50.000 Konten Hoaks Terkait Perang Rusia-Ukraina
-
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi soal 9 Warga Binjai di Ukraina: Itu Tanggung Jawab Pemerintah Pusat
-
Tangis Keluarga Minta Pemerintah Segera Evakuasi 9 TKI Asal Binjai Terjebak di Ukraina
-
Terjebak Perang Ukraina-Rusia, 9 Warga Binjai Tak Tahan Ingin Pulang ke Tanah Air
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
Danki Yonzipur di Aceh Meninggal Kecelakaan Usai Bangun Jembatan Bailey
-
Kecelakaan Kereta Api Vs Mobil di Tebing Tinggi, 9 Penumpang Avanza Tewas
-
Layanan Pegadaian Hadir di Mandrehe Nias Barat
-
Indosat Hadirkan AIvolusi5G yang Kini Mencakup Lebih dari 340 Site Kota Medan
-
Telkomsel Lanjutkan Kebijakan Penyesuaian Biaya Berlangganan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera