SuaraSumut.id - Kepergian Ponirin Meka, mantan kiper legendaris Timnas dan PSMS Medan menyisakan duka mendalam bagi pesepak bola tanah air, khususnya Sumatera Utara (Sumut).
Ponirin Meka meninggal dunia, Minggu (10/4/2022). Ponirin tutup usia 66 tahun. Lalu bagaimana sepak terjang Ponirin saat masih bermain di lapangan?
Pemerhati PSMS Medan Indra Efendi Rangkuti mengatakan, kiprah gemilang Ponirin saat menjadi pemain sepak bola begitu membekas bagi warga Sumut. Perjalanan panjang kiper yang dijuluki "Si Tangan Emas" dari kecil hingga menjadi legenda sepak bola.
Ponirin merupakan pemain sepak bola kelahiran Sei Merah, Tanjung Morawa. Ponirin mulai tertarik bermain sepak bola sejak masih anak-anak.
"Ponirin memang hobi bermain bola dengan mengumpulkan bungkus daun pisang yang digulung untuk menjadi bola," katanya kepada SuaraSumut.id, Selasa (12/4/2022).
Ponirin muda lalu bergabung dengan klub amatir binaan Lonsum, yaitu PSSD yang merupakan klub anggota PSDS Deli Serdang pada 1976.
"Setahun kemudian dirinya dipanggil untuk memperkuat PSDS sebagai kiper utama dalam kompetisi Divisi I Perserikatan PSSI," kata Indra yang merupakan Staf Tax Centre USU ini.
Kemampuannya yang gemaling membawa Ponirin ke Medan untuk bergabung dengan klub anggota PSMS, yaitu PS Kinantan. Dirinya bergabung bersama rekan seangkatannya, yaitu Suimin Diharja dan Nazaruddin yang diasuh oleh pelatih Tengku Azwani. Setahun kemudian Ponirin Meka pindah ke Medan Putra.
"Di klub ini kemampuannya sebagai kiper makin mengkilap," katanya.
Bakatnya yang besar tercium oleh pengelola klub Medan Utara, yaitu M.Zein. Ponirin lalu diajak bergabung dengan klub Medan Utara pada 1979. Ponirin sukses mengangkat prestasi klub dalam kompetisi antar klub anggota PSMS Medan. Ponirin lalu mulai dipanggil memperkuat PSMS Medan dalam berbagi event dan turnamen untuk melapis kiper utama Taufik Lubis.
Baca Juga: Temui Ketua DPRD DKI, Riza Patria Minta Taufik Segera Dicopot dari Pimpinan Dewan
Gemilang Ponirin di Fatahillah Cup 1982
Momen yang membuat nama Ponirin semakin harum dikenal sebagai kiper handal terjadi pada turnamen Fatahillah Cup 1982.
"Di semifinal menghadapi Persija, pelatih PSMS Herman Tamaela mempercayakan Ponirin untuk tampil sebagai kiper inti menggantikan Taufik Lubis yang tidak fit," ungkapnya.
Ternyata Ponirin tidak kagok bermain sebagai kiper inti di semifinal menghadapi Persija yang waktu itu diperkuat bintang-bintang Timnas seperti Ristomoyo dan Budi Tanoto.
"Kegemilangannya Ponirin berlanjut setelah membawa PSMS Medan sukses lolos ke final dengan mengalahkan Persija 2-1," katanya.
Di Final melawan PSIS Semarang, Ponirin kembali dipercaya mengawal gawang PSMS. Ponirin sukses membawa PSMS menjadi juara setelah mengalahkan PSIS 2-1.
"Usai membawa PSMS Medan menjuarai Fatahillah Cup 1982, Ponirin dipercaya menjadi penjaga gawang utama PSMS Medan menggantikan Taufik Lubis," jelasnya.
Menjadi Pahlawan Adu Penalti
Pada divisi utama perserikatan PSSI 1982/1983, trio pelatih PSMS Medan Wibisono, Zulkarnaen Pasaribu dan Parlin Siagian mempercayakan posisi kiper PSMS kepada Ponirin.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Selebgram di Medan Ditangkap Polisi Kasus Narkoba
-
Nge-War Tiket Lebaran? Begini Cara Hemat Pakai Promo BRI dan Manfaatkan Super Apps BRImo
-
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Hadirkan 4.000 Paket Ramadan untuk Warga Medan
-
Tri Perkuat Koneksi Ramadan 2026 dengan Paket 65GB Dilengkapi AI
-
Bandara Kualanamu Buka 151 Penerbangan Tambahan pada Mudik Lebaran 2026