SuaraSumut.id - Seorang murid SD di Binjai, Sumatera Utara (Sumut), inisial MIA, meninggal dunia. MIA diduga meninggal akibat dianiaya teman sekolahnya.
Ibu korban berinisial S mengatakan, peristiwa berawal pada Sabtu (21/5/2022). Saat itu korban pulang sekolah dan mengeluh sakit, lemas serta muntah mencret.
"Saya kira anakku sakit biasa atau masuk angin. Saya berikan obat dan kasih makanan bubur," katanya melansir Digtara.com--jaringan Suara.com, Kamis (9/6/2022).
Setelah menjalani perawatan di rumah, kata S, kondisi tubuh korban terus memburuk. Korban demam dan lemas hingga nafsu makannya berkurang.
"Sampai dua hari gak nafsu makan, hanya mengeluh sakit," katanya.
Ia mengatakan, anaknya menghembuskan nafas terakhir pada Selasa 24 Mei 2022.
"Saat itu, kami menemukan kejanggalan dari jasadnya. Saya melihat kupingnya membiru, bibirnya pucat sepucat-pucatnya, badannya memerah," ujarnya.
Ia mengatakan, 10 hari setelah pemakaman korban, datang salah satu teman sekolahnya mengadukan semua kejadian sebenarnya.
"Dari cerita teman sekolahnya, korban diduga dianiaya teman-teman sekelasnya pada 21 Mei 2022. Mereka tidak terima korban mencatat nama-nama mereka yang ribut di kelas dan diserahkan ke gurunya," ujarnya.
Baca Juga: Diduga Bawa Senjata Api, Aksi Perampok di Minimarket Kawasan Otista Terekam Kamera CCTV
"Saat saya mendatangi sekolah, semua diduga pelaku mengakui perbuatannya. Bahkan pengakuan itu diucapkan disaksikan atau dihadapan guru mereka," jelasnya.
Tak cuma itu, kata S, sepeda korban juga menjadi sasaran perusakan. Bahkan korban juga diduga kerap diancam jika berani melaporkan hal itu kepada kepala sekolah maupun orang tua.
"Memang sudah sering dianiaya, ban sepedanya dikoyak, tapi korban tidak mau mengadu karena takut," katanya.
S menuding pihak sekolah sempat menantangnya untuk memperpanjang masalah. Kala itu dirinya memohon agar diduga pelaku penganiayaan anaknya dikeluarkan dari sekolah.
"Saya sempat datang ke sekolah dan bertemu dengan pihak sekolah untuk mempertanyakan masalah ini. Namun mereka menantang, menyuruh saya membawa masalah ini ke Dinas dan pihak kepolisian," katanya.
Padahal, dirinya tidak ingin membawa masalah ini ke jalur hukum. Ia hanya meminta agar diduga pelaku penganiayaan anaknya dikeluarkan dari sekolah. Namun demikian, pihak sekolah menolak permintaan itu.
Berita Terkait
-
Masih Jalan, Polisi Bantah Kasus Penganiayaan Ahmad Ghazali Warga Pamekasan Mandeg
-
Jenderal Andika Perkasa Tak Mau Yonwal Paspampres Serda Rizal Hanya Dijerat Pasal Penganiayaan
-
Update Kasus Dugaan Penganiayaan di HolyWings, Polda DIY Sebut Belum Ada Penetapan Tersangka
-
Profil Isa Zega, Eks Manajer Lucinta Luna Jadi Terdakwa Usai Tuduh Nikita Mirzani Dalang Penganiayaan
-
Isa Zega Tuduh Nikita Mirzani Dalang Penganiayaan, Inul Daratista Komentari Remaja Cegat Truk Demi Konten
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
GAPKI Soroti Tantangan Produksi-Tata Kelola Sawit di IPOS Forum ke-11
-
Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas
-
Air di Sejumlah Wilayah Medan-Deli Serdang Mati, Ternyata karena Ini
-
Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional
-
Polisi Gerebek Gudang Pinang Narkoba di Deli Serdang, Sita 3 Kg Sabu-10 Ribu Ekstasi