SuaraSumut.id - Ustaz Kasif Heer kini jadi perbincangan banyak orang setelah memberikan hadiah umrah gratis pada Nathalie Holscher. Gara-gara itu sang ustaz disebut-sebut punya kedekatan spesial dengan Nathalie, walau belakangan sudah dibantah.
Lantas siapa sebenarnya Ustaz Kasif Heer yang dijodohkan dengan Nathalie Holscher? Yuk simak profil Ustaz Kasif Heer berikut ini.
Profil Ustaz Kasif Heer
Muhammad Kasif Heer lahir di Jakarta, 17 Mei 1987 sehingga kini berusia 35 tahun. Ia menempuh pendidikan di SD dan SMP Islam At-Taqwa kemudian dilanjutkan ke Pondok Pesantren Al-Irsyad Salatiga, Jawa Tengah.
Setelah itu, sang ustaz melanjutkan pendidikan sarjana mengambil jurusan Tarbiyah di Institut Agama Islam Al-Aqidah, Jakarta Timur. Ia menempuh pendidikan ini untuk memenuhi cita-citanya sebagai pendakwah.
Pria yang masih keturunan Arab ini memulai jadi pendakwah saat usia yang sangat muda.
Ketika berusia 25 tahun, ia mengikuti kompetisi dai muda yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi swasta. Saat itulah pertama kalinya Ustaz Kasif Heer tampil sebagai pendakwah di televisi.
Setelah mengikuti kompetisi dai muda, Ustaz Kasif Heer sering mendapat panggilan untuk tampil di televisi, seperti acara tabligh akbar yang diselenggarakan RCTI.
Bukan hanya tampil di televisi, sang ustaz juga kerap mengisi acara pengajian yang diselenggarakan oleh para artis seperti Lesti Kejora dan Ria Ricis.
Baca Juga: Profil Ustaz Kasif Heer, Heboh Dijodoh-Jodohkan Dengan Nathalie Holscher
Pebisnis Sekaligus Pemilik Pondok Pesantren
Saat ini Ustaz Kasif Heer adalah pemilik pondok pesantren tahfidz dan multimedia Asy-Syabab di Bogor, Jawa Barat yang berlokasi di Kampung Limus Nunggal.
Pesantren tersebut didirikan bersama temannya, Mohammad Muchsin yang merupakan advokat. Pondok pesantren yang dimiliki Ustaz Kasif Heer ini tak hanya mengajarkan tentang ilmu agama, tetapi juga multimedia.
Bukan hanya punya pondok pesantren, Ustaz Kasif Heer juga menggeluti dunia bisnis. Ustaz Kasig Heer punya bisnis travel umrah dan haji dengan nama perusahaan PT Safaroh Fathul Islam yang didirikan pada Desember 2012. Lewat travel inilah, sang ustaz memberikan Nathalie Holscher hadiah umrah gratis.
Tak ada yang menyangka jika dulu Ustaz Kasif Heer juga menjajal karier politik. Ia sempat menjadi salah satu calon legislatif DPR RI dari partai PKS untuk daerah pemilihan Jabar 3, namun tak bertahan lama. (Suara.com)
Berita Terkait
-
Dijodohkan dengan Ustaz Kasif Heer, Nathalie Holscher Beri Reaksi Tak Terduga
-
Bantah Maksud Terselubung Bawa Nathalie Holscher Umrah Gratis, Ustaz Kasif Heer: Demi Allah Saya Enggak Ada Niat Apapun!
-
Ustaz Kasif Heer Jelaskan Hubungan dengan Nathalie Holscher ke Sule, Harap Tak Ada Salah Paham
-
Dijodohkan dengan Nathalie Holcher Begini Tanggapan Ustaz Kasif Heer
-
Video Klarifikasi Ustaz Kasif Heer Usai Dirumorkan dengan Nathalie Holscher, Anak sampai Protes
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
Terkini
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja
-
Warga Bandar Tarutung Tapsel Berjuang Atasi Jalan Berlumpur Pascabanjir, Aktivitas Ekonomi Tersendat
-
Kapolda Aceh Ngaku Tak Tahu Motif Anggota Brimob Gabung Tentara Bayaran Rusia
-
8 Jembatan Bailey Dibangun di Aceh Timur Pascabencana