Ikan wajib tes swab di China. [Dok.Suara.com]
Pada bulan Mei lalu, media resmi China mengedarkan rekaman kuda nil yang sedang diuji di taman margasatwa di Huzhou, Zhejiang timur. Laporan itu menyebut bahwa hewan itu perlu dites dua kali seminggu.
Banyak video lain juga menunjukkan anjing, kucing, ayam, dan bahkan panda menjalani tes PCR di China.
Alasan pemerintah China yang secara luas dikutip oleh media terkemuka adalah untuk memastikan keselamatan hewan, turis, dan pengunjung ke tempat yang dihuni binatang-binatang itu.
Tag
Berita Terkait
-
Ikan dan Kepiting Diwajibkan Tes Swab Akibat Covid Meluas di China
-
Kisah ABK Indonesia di Kapal China: Penuh Penyiksaan dan Diberi Makanan yang Tak Layak
-
Dylan Wang Diprediksi Jadi Aktor China Terpopuler di Paruh Kedua 2022
-
Pasukan China Latihan Perang Bersama Rusia, Amerika Cuek
-
Guo Xiaoting Dapat Adegan Tambahan dalam Drama China Love Between Fairy and Devil, Yu Shuxin Bongkar Alasannya
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG
-
Tak Jera, IRT di Medan Kembali Jual Ganja Padahal Baru Keluar Penjara
-
Pelaku Tawuran di Medan Jarah Beras-Motor di Warung, 1 Ditangkap
-
500 Lebih Atlet Bertanding di AHY Cup 2026, Lokot Nasution Dorong Tenis Meja Sumut Naik Kelas
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Bantu Pedagang Lepas dari Rentenir