SuaraSumut.id - Menteri Agama dikabarkan menonaktifkan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatra Utara (UIN Sumut), Rektor Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA dari jabatannya. Bahkan, pangkatnya juga dikabarkan turun ke Lektor Kepala.
Informasi yang dikutip dari Digtara.com, Surat Keputusan (SK) sanksi penonaktifan itu diserahkan Kemenag RI melalui Tim Inspektorat yang sedang melakukan dinas ke Medan kepada Rektor UIN Sumut Prof Dr Syahrin Harahap MA pada 21 September 2022. Kemudian, rektor diberi waktu sanggah selama 15 hari sebelum sanksi itu efektif diberlakukan.
Informasi lainnya, Rektor UIN Sumut itu diturunkan jabatannya 1 tingkat dari Guru Besar menjadi Lektor Kepala selama 1 tahun.
Menurut sumber di Bagian Kepegawaian UIN Sumut, dalam Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Kementerian Agama kepada Rektor UIN Sumut Syahrin Harahap, ada beberapa Hukuman Disiplin (HukDis) yang dijatuhkan.
Hukdis pertama, Syahrin Harahap dicopot dari jabatan Rektor. Kedua, diturunkan jabatannya 1 tingkat dari Guru Besar menjadi Lektor Kepala. Dan ketiga, diturunkan gradingnya 2 grade dari 4E menjadi 4C.
Menurut sumber, dengan penurunan jabatan dan grade, maka Syahrin Harahap tak lagi memenuhi syarat menjadi Rektor di UIN Sumut. Sebab dalam statuta UIN Sumut, jabatan rektor hanya bisa dijabat oleh Guru Besar.
Dilarang Keluarkan Dana
Informasi lain berhasil pasca penonaktifan Syahrin Harahap dari jabatannya sebagai rektor, Bagian Keuangan dan Bendahara UIN Sumut juga dilarang untuk mengeluarkan dana yang berkaitan dengan kebijakan Rektor diluar Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) yang telah ada, selama masa sanggah Rektor UIN Sumut (15 hari) atas HukDis yang ia terima.
Sumber lain di UIN Sumut menyebutkan, pada Kamis, 22 September 2022, atau sehari pasca pemberian SK penonaktifan rektor, Bagian Keuangan UIN Sumut menggelar kegiatan di Hotel Madani Medan yang diikuti seluruh bagian keuangan dan bendahara fakultas di lingkungan UIN Sumut.
Baca Juga: Sambo Effect: Adopsi Amerika, Tak Perlu Lagi Adanya Mabes Polri ?
Pada kegiatan ini, menurut sumber, Kepala Biro Administrasi Umum, Kepegawaian, Perencanaan dan Keuangan, Khairunas yang hadir diacara itu, sempat meminta peserta pertemuan untuk keluar ruangan selama 20 menit dan meminta hanya Kabag Keuangan, Bendahara pengeluaran UIN Sumut dan beberapa orang lainnya tinggal di ruangan untuk pertemuan tertutup.
Belakangan, imbuh sumber, pertemuan tertutup itu ternyata Kabiro meminta bagian keuangan dan bendahara pengeluaran UIN Sumut untuk tidak mengeluarkan dana yang terkait dengan kebijakan rektor diluar POK yang telah ada, selama masa sanggah rektor yakni 15 hari, hingga ada keputusan lebih lanjut dari Kementrian Agama RI.
“Sebenarnya hal itu memang prosedural. Tapi kenapa pertemuannya tertutup dan hanya diikuti beberapa orang, itu mungkin agar berita penonaktifan rektor tidak menyebar luas dikalangan pegawai UIN Sumut,” ucap sumber yang tak mau disebutkan namanya.
Diperoleh juga informasi yang belum terverifikasi, Rektor UIN Sumut Syahrin Harahap akan mengirimkan surat sanggahannya ke Kementerian Agama RI pada Senin, 26 September 2022, yang diantarkan oleh salah seorang pejabat UIN Sumut.
Rektor UIN Sumut Syahrin Harahap, hingga kini belum berhasil dihubungi untuk menanyakan berbagai informasi yang beredar terkait penonaktifan dirinya dari jabatan sebagai Rektor UIN Sumut.
Berita Terkait
-
Profesor Muradi Ungkap Ada Sosok Kakak Asuh dan Adik Asuh yang Dukung Ferdy Sambo
-
The Untouchable, Kakak Asuh Kaisar Sambo Turun Gunung
-
ITB Berduka Atas Wafatnya Guru Besar Prof Dwi Hendratmo Widyantoro
-
Prof Azra Wafat, Menag: Indonesia Berduka Kehilangan Intelektual Kaliber Dunia
-
Guru Besar UI Ragu Brigadir J Lecehkan Putri Candrawathi: Apakah Dia Berani Melakukan itu?
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Angkasa Pura Aviasi Pastikan Kesiapan Operasional Penerbangan Haji 2026
-
Liburan Luar Negeri Bikin Untung dengan Promo Eksklusif dari BRI World Access
-
Begal yang Lukai Pedagang Mi Pecal Siang Hari di Medan Ditembak
-
Eks Wakapolda Metro Jaya Meninggal Kecelakaan di Medan
-
JK Ungkit Jasa Jadikan Jokowi Presiden, Gibran Pilih Hormat, Bukan Balas