SuaraSumut.id - Tragedi Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, telah menimbulkan korban jiwa. Ratusan orang meninggal dunia dan lainnya menjalani perawatan.
Dilihat pada Minggu (2/10/2022), sejumlah klub bola luar negeri mengucapkan turut berduka cita atas tragedi tersebut. Seperti disampaikan di akun Twitter Liverpool.
"We are deeply saddened to hear of the events at Kanjuruhan Stadium, Malang, Indonesia. The thoughts of everyone at Liverpool Football Club are with all those affected at this time," cuit @LFC.
Pemain Timnas Spanyol Sergio Ramos juga menyampaikan hal yang sama di akun Twitter @SergioRamos.
"Heartbreaking. Our thoughts are with the victims and their families," tulisnya.
"We are deeply saddened to learn of the events in Malang at the Kanjuruhan Stadium Indonesia today. Along with everyone who finds a connection through football, our thoughts are with everyone affected by this tragedy," cuit Twitter @Arsenal.
"We are deeply saddened to hear of the tragic events at the Kanjuruhan Stadium in Indonesia. Our thoughts are with all those affected," cuit @ManCity.
Sejarah Stadion Kanjuruhan
Stadion Kanjuruhan berada di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Stadion ini dibangun pada tahun 1997 dan menelan biaya pembangunan mencapai Rp 35 miliar.
Baca Juga: Klub-klub Liga Inggris Ucapkan Duka Cita atas Tragedi Stadion Kanjuruhan
Melansir Suara.com, pembangunan stadion kurang lebih 7 tahun, hingga pada tanggal 9 Juni 2004. Saat itu, Presiden Megawati Soekarnoputri resmi menandatangani plakat tanda peresmian stadion kebanggaan warga Malang ini yang diletakkan di depan stadion.
Peresmian stadion ditandai dengan digelarnya pertandingan kompetisi Divisi I Liga Pertamina Tahun 2004, antara Arema Malang melawan PSS Sleman.
Arema berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 1-0. Stadion Kanjuruhan ini merupakan stadion kedua yang menjadi markas Arema FC, setelah sebelumnya bermarkas di Stadion Gajayana, Kota Malang.
Di stadion ini kartu "keberuntungan" Arema FC dimulai. Banyak laga tuan rumah yang dimenangkan oleh Arema FC. Selain itu, juga berhasil menghantarkan skuad Arema merebut mahkota juara Copa Indonesia 2005 dan 2006.
Stadion ini juga menjadi saksi biru keberhasilan skuad Singo Edan menjuarai kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2009-2010.
Stadion Kanjuruhan sempat menjadi tempat "keramat" bagi Aremania pada tahun 2011-2012. Pasalnya, adanya dualisme yang terjadi antara manajemen Arema FC dengan tim kedua, Arema Kronus.
Beberapa laga yang dilakukan di sana hanya ditonton oleh tak lebih dari seribu penonton, jauh dari kapasitas asli Stadion Kanjuruhan tersebut.
Berita Terkait
-
Kecam Aksi Premanisme Polisi, AGRA Jabar Tuntut Presiden Jokowi Bertanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan
-
Kelompok Suporter PSM Dukung Penghentian Liga 1 Buntut Tragedi Kanjuruhan
-
Buntut Tragedi Kanjuruhan, IPW Desak Kapolri Copot Kapolres Malang hingga Ketua PSSI Mundur
-
Bos MU Minta Pengurus PSSI Jangan Banyak Alasan, Segera Mundur Serahkan ke Menpora Dampak Ratusan Suporter Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan
-
Akibat Kerusuhan Kanjuruhan, PSSI Melarang Arema FC Menjadi Tuan Rumah
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG
-
Tak Jera, IRT di Medan Kembali Jual Ganja Padahal Baru Keluar Penjara
-
Pelaku Tawuran di Medan Jarah Beras-Motor di Warung, 1 Ditangkap
-
500 Lebih Atlet Bertanding di AHY Cup 2026, Lokot Nasution Dorong Tenis Meja Sumut Naik Kelas
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Bantu Pedagang Lepas dari Rentenir