Dikatakan Suryadi, pola pengasuhan terhadap anak stunting ini dilakukan dengan cara masing-masing pimpinan OPD memberikan uang tunai Rp 500 ribu setiap bulanya selama 6 bulan ke depan. Uang itu akan digunakan untuk membeli bahan makanan lalu dibagikan kepada seluruh anak stunting.
"Jadi seluruh pimpinan OPD itu akan menyisihkan Rp 500 ribu setiap bulan. Sebagai penanggung Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan. Uang itu akan di gunakan untuk membeli bahan makanan," ungkapnya.
"Bahan makanan yang dibeli berdasarkan masukan dari setiap TPPS yang ada di Kecamatan, karena setiap anak berbeda-beda kebutuhanya. Setelah kita mengetahui apa yang menjadi kebutuhan anak tersebut, maka bahan makanan tersebut kita serahkan ke TPPS Kecamatan untuk dibagikan ke anak-anak penderita stunting," sambungnya.
Dirinya berharap dengan adanya program bapak asuh anak stunting ini menjadi momentum dalam menuntaskan masalah stunting di Kota Medan.
Baca Juga: Kuasa Hukum Korban Robot Trading Net89 Bakal Lapor LPSK
"Dengan adanya program ini kita berharap dapat menuntaskan masalah stunting di kota Medan, sehingga taraf kesehatan masyarakat semakin meningkat yang berdampak terhadap kemajuan kota Medan," katanya.
Camat Medan Selayang Viza Fandhana mengatakan, pihaknya sejak Agustus sudah membentuk relawan PENTING (Relawan Peduli Stunting). Relawan ini setiap bulanya membantu memberikan makanan tambahan kepada anak stunting yang ada di Kecamatan Medan Selayang.
"Makanan tambahan itu berupa telur, susu, biskuit, kacang hijau dan belut nuget. Setiap bulan makanan tambahan ini kita berikan kepada anak penderita stunting yang ada di wilayah kita, dan dengan adanya program pengukuhan bapak asuh anak stunting ini maka nantinya makanan yang diberikan juga akan bertambah," sebutnya.
Hingga saat ini, kata Viza, dari data yang ada jumlah anak stunting di Kecamatan Medan Selayang terus mengalami penurunan dari sebelumnya berjumlah 33 kasus stunting kini berkurang menjadi 18 kasus.
"Insya allah kita optimis diakhir tahun kita dapat menurunkan angka stunting dibawah sepuluh orang," katanya.
Baca Juga: Pemkot Mataram Menunggu Instruksi Gubernur Soal Beli Tiket WSBK Untuk ASN
Berita Terkait
-
Koleksi Tas Clara Wirianda dan Lisa Mariana, Dikabarkan Jadi Simpanan Pejabat
-
Seret Nama Bobby Nasution, KPK Tetap Usut Kasus Blok Medan usai AGK Meninggal di Tahanan
-
Cegah Stunting Lewat Investasi Jangka Panjang
-
Telkom Kenalkan Aplikasi Stunting Hub untuk Pantau Kesehatan Gizi Anak Indonesia
-
Tekan Angka Stunting, KBF Indonesia Mulai Jalankan Makan Bergizi Gratis di Papua
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Pemprov Sumut Target Peremajaan Sawit Rakyat 11.000 Hektare, Ini Alasannya
-
Banjir Rendam Ratusan Rumah di Aceh Selatan, 644 Warga Terdampak
-
Perwira Polisi di Labusel Sumut Dituding Pesta Narkoba saat Lebaran 2025, Ini Faktanya
-
KAI Tambah Kursi Penumpang Rute Medan-Rantau Prapat untuk Arus Balik Lebaran 2025
-
Viral Sepeda Motor Masuk Tol Medan-Kualanamu, Pengendara Mengaku Ikuti Maps