Riki Chandra
Minggu, 11 Desember 2022 | 23:05 WIB
Ilustrasi mandi air panas (Pexels)

SuaraSumut.id - Mandi air panas ternyata bisa merusak kesehatan. Hal itu terungkap dalam unggahan video TikTok Dr Farzan, seorang apoteker yang berbasis di AS.

Dia menyoroti empat cara mandi air panas yang dapat merusak kesehatan. Berikut masing-masingnya dikutip dari Suara.com.

1. Memburuknya jerawat

Menurut ahlinya, air panas dapat merusak kulit dan memperparah jerawat. Air panas menghilangkan minyak alami dan bakteri sehat pada kulit, Yen Reis, pendiri Skin laundry, sebelumnya mengatakan kepada Fox News.

Bakteri sehat itu memainkan peran utama dalam menjaga kelembapan - dan hal-hal buruk (kotoran dan bakteri yang tidak terlalu sehat) keluar.

2. Bikin kulit kering dan sensitif

Mandi dengan suhu yang lebih hangat justru bisa membuat kulit Anda lebih kering, kata Dr Farzan.

Abbas Kanani, apoteker di Chemist Click, mengatakan: “Mandi terlalu lama (terutama saat mandi air panas) dapat menghilangkan minyak alami kulit Anda, menyebabkannya menjadi kering.

“Untuk mengunci kelembapan setelah mandi, gunakan krim berbahan dasar air untuk melembabkan,” jelasnya.

Baca Juga: Hati-hati, Kesalahan Ketika Mandi Ini Bisa Picu Banyak Masalah Kesehatan!

3. Memperlambat pertumbuhan rambut

Orang yang mandi air panas berisiko merusak rambut indah mereka, kata Dr Farzan.

Sam Cinkir, CEO Este Medical Group sebelumnya mengatakan kepada The Sun: "Air panas memperlambat aliran darah dan kulit kepala Anda membutuhkan sirkulasi yang baik untuk mendorong pertumbuhan rambut yang sehat."

Pakar rambut menjelaskan bahwa mandi beruap juga dapat membuat rambut Anda lebih rapuh dan rentan patah, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Ini, katanya, karena ketika Anda memiliki air panas di kulit kepala Anda, itu membuka pori-pori, membuat akar rambut Anda lebih lemah, membuatnya lebih mudah lepas.

Dia menambahkan: "Mencuci dengan air hangat akan membuka pori-pori Anda cukup untuk membersihkan akar dan kulit kepala Anda, tetapi tidak cukup untuk menyebabkan kerusakan dan kerontokan rambut."

Load More