SuaraSumut.id - Badan Pengurus Daerah Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (BPD AEKI) Sumatera Utara (Sumut) menilai bahwa negara-negara ASEAN bisa menjadi alternatif tujuan ekspor biji kopi Sumut, selain tujuan utama seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa.
"Ekspor kopi Sumut itu utamanya ke Amerika Serikat dan Eropa. Kenapa tidak ke ASEAN, karena harga kopi dari sini mahal. Namun, tetap bisa jika mau diekspor ke sana," ujar Wakil Kepala Kompartemen Pemasaran dan Mutu AEKI Sumut, Fadli Hazmi, Jumat (16/6/2023).
Salah satu cara menyebarkan kopi dari Sumut ke ASEAN adalah dengan memperbanyak produksi, khususnya biji kopi yang nilainya tidak semahal komoditas ekspor ke negara importir utama misalnya Amerika Serikat.
Namun, hal itu disebut Fadli terkendala situasi di lapangan, di mana petani kopi Sumut nyaris 90 persen berstatus petani kecil. "Luas kebun mereka maksimal dua hektare," katanya.
Fadli melanjutkan, ada satu cara lain yang bisa dikembangkan agar kopi Sumut sampai ke pasar ASEAN yakni mengekspor produk turunannya, bubuk kopi.
Untuk itu, dia menyarankan supaya pemerintah menjalin kerja sama dengan industri pengolahan kopi.
"Kalau sudah jadi bubuk dan dikemas, sepertinya bisa diekspor ke negara-negara ASEAN," tutur Fadli.
Menurutnya, ekspor kopi Sumut tetap stabil dengan volume sekitar lima ribu sampai enam ribu ton per bulan.
Amerika Serikat dan Uni Eropa disebut Fadli masih menjadi tujuan primadona kopi Sumut dengan harga terkini di kisaran tujuh dolar AS per kilogram. (Antara)
Baca Juga: Kopi Arabika Ijen Panen Raya, Harga dan Produktivitas Petani Meningkat
Berita Terkait
-
Jangan Anggap Sepele, Berikut 3 Manfaat Kopi Hitam Untuk Kesehatan dan Stamina Ayam Adu
-
5 Manfaat Ampas Kopi untuk Tanaman Hias yang Tak Banyak Diketahui Orang
-
Kopi Loer, Kopi Lokal Palembang Nan Berhasil Ciptakan Pasar
-
Tips Malam Pertama untuk Pengantin Baru dari Dokter Boyke: Mandi Bareng Sampai Minum Kopi Greng Pasuruan
-
Ariel Noah Ngopi di Warung Pinggir Jalan, Ibu Penjual Kopi Terkesima: Ganteng Aslinya Daripada di TV
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Tak Jera, IRT di Medan Kembali Jual Ganja Padahal Baru Keluar Penjara
-
Pelaku Tawuran di Medan Jarah Beras-Motor di Warung, 1 Ditangkap
-
500 Lebih Atlet Bertanding di AHY Cup 2026, Lokot Nasution Dorong Tenis Meja Sumut Naik Kelas
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Bantu Pedagang Lepas dari Rentenir
-
Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal