SuaraSumut.id - Olahraga dapat dilakukan wanita sepanjang tiga trimester kehamilan mereka. Hal ini dapat mengurangi nyeri punggung dan menurunkan risiko diabetes gestasional dan preeklampsia.
Ahli kebugaran dari New York yaitu Katia Pryce, Beth Nicely dan Sadie Kurzban mengatakan berolahraga pada awal kehamilan merupakan hal yang berat karena kelelahan dan mual, namun tetap penting untuk terus bergerak.
"Berolahraga sejak dini dapat meningkatkan volume darah Anda, yang kemudian akan memberi Anda perasaan lebih berenergi sepanjang kehamilan,” kata Kurzban melansir Antara, Kamis (19/10/2023).
Pryce juga berbagi bahwa secara praktis adalah apa pun yang Anda lakukan secara konsisten 3 bulan sebelum hamil, sebaiknya dilakukan selama kehamilan Anda.
Saat perut membesar pada trimester kedua, penting untuk mengarahkan latihan otot perut ke samping tubuh.
"Salah satu perubahan terbesar terjadi di sekitar otot perut Anda. Perut Anda sangat meregang. Sekarang ada lebih banyak tekanan di perut Anda karena bayi, plasenta, dan rahim yang semakin membesar," ucap Kurzban.
Kurzban menambahkan beberapa latihan yang bisa Anda lakukan adalah side plank, lateral pull, dan lunge yang fokus pada tulang belakang dan menyilangkan tubuh.
Pada trimester ketiga, ketiga wanita tersebut mengatakan untuk menurunkan intensitas kardio namun tetap melakukan latihan serupa seperti biasanya.
Itu masih memberikan aliran endorfin dan keringat yang banyak. Sementara modifikasi gerakan lainnya untuk mengganti gerakan melompat adalah step-out dan squat.
"Anda memerlukan latihan kekuatan untuk menggendong anak, berjongkok, membungkuk, mengambil barang," cetusnya.
Latihan lain yang menjadi fokus Kurzban pada trimester ketiga adalah bridge, yaitu gerakan berbaring telentang dengan lutut ditekuk lalu angkat pinggul dari lantai dan kencangkan otot bokong.
Dirinya menyarankan untuk mencoba deadlift satu kaki, di mana Anda berdiri dengan satu kaki, membuat kickstand dengan kaki lainnya, lalu mencondongkan tubuh ke depan sambil memegang beban di dekat kaki untuk memperkuat paha belakang Anda.
Kurzban menyarankan untuk mencari pelatih khusus atau ahli kelas kelompok yang pernah hamil sebelumnya dan berpengalaman dalam mengubah gerakan yang aman bagi tubuh.
Sebelum Anda melanjutkan pelatihan, pastikan untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan Anda tentang apa yang aman untuk kehamilan Anda.
Berita Terkait
-
Denise Chariesta Rilis Lagu Hamil Tanpa Suami, Warganet: Aib Kok Dibikin Karya?
-
Cerita Wanita Hidup dengan 2 Vagina dan 2 Rahim, Bisa Hamil 2 Anak Sekaligus dari 2 Pria Berbeda
-
Sinopsis Nowhere, Kisah Mencekam Wanita Hamil Terombang-ambing di Lautan!
-
Profil Bripda F: Oknum Polisi yang Perkosa Mantan sampai Hamil dan Paksa Aborsi
-
Menguak Dugaan Azizah Salsha Hamil Gegara Foto Ini, Perhatikan Bagian Tubuh Berikut
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC