SuaraSumut.id - Seratusan warga di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) mengalami keracunan diduga diakibatkan kebocoran gas PT SMGP.
Polisi menyatakan dari hasil penyelidikan sementara tidak ditemukan adanya kebocoran. Hal ini dikatakan oleh Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh.
"Terkait penyelidikan, di lokasi maupun di desa untuk sementara nihil," katanya melansir Antara, Selasa (27/2/2024).
Kesimpulan sementara ini disampaikan setelah pihaknya melakukan penelitian dan penyelidikan bersama tim Kimia Biologi Radioaktif (KBR) Polda Sumut, laboratorium forensik, Kementerian ESDM dan PT SGMP.
"Di titik lokasi yang berdampak maupun desa itu dipasang alat, tidak ditemukan kebocoran gas," ungkapnya.
Hanya saja di lokasi ada pemandian air panas maupun ladang belerang yang cukup luas mencapai setengah hektare.
"Itu ladang belerang di atas PT SGMP. Itu yang sedang kami selidiki karena baunya cukup menyengat," ucapnya.
Ke depan pihaknya akan memberikan informasi dan mengedukasi agar masyarakat setempat mengetahui hal yang terjadi atau kontijensi tersebut.
Kepala Teknik Panas Bumi (KPTB) PT SMGP Ali Sahid menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan data dengan simulasi sesuai pelaksanaan aktivasi sumur V-01 dengan tim pelaksana aktivasi, peralatan dan prosedur yang sama pada saat kegiatan.
"Reka ulang berlangsung dengan baik dan seluruh alat deteksi H2S menunjukkan nilai nol (0) ppm mengindikasikan tidak adanya paparan gas H2S yang terdeteksi baik di lokasi sumur pad V, perimeter aman 300 meter dan sekitar wilayah Desa Sibanggor Julu," cetusnya.
Terkait dengan adanya berita kebocoran gas, PT SMGP menegaskan bahwa tidak ada kebocoran gas di jalur pipa milik PT SMGP. Pasalnya, sumur V-01 saat ini masih dalam tahap aktivasi sumur dan belum terhubung dengan jalur pipa.
"Kegiatan aktivasi sumur dilakukan di area lokasi sumur (jarak terdekat dari sumur ke desa 700 meter) dengan mengalirkan gas yang dinetralisir menggunakan abatement system (sistem penetralisir gas H2S) dan hasilnya dimonitor melalui detektor H2S," katanya.
Berita Terkait
-
Siswi SD 7 Tahun Meninggal di Madina, Kemen PPPA Minta Kasus Diusut Transparan
-
Bertahun-tahun Hanya Lampu Teplok, Kini Listrik 24 Jam PLN Menyala di Lembah Mandailing
-
Kebocoran Gas Pabrik Susu di Pasar Rebo: 4 Warga Masih Dirawat Intensif
-
Gubsu Bobby Nasution Resmikan Wings Air Terbang ke Madina, Perkuat Konektivitas
-
Tragedi di Gorong-gorong Cipayung, 3 Pekerja Proyek Pipa Air Tewas Diduga Keracunan Gas
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC