SuaraSumut.id - Ibadah puasa di bulan Ramadan tidak hanya menahan dari haus dan lapar saja, melainkan juga menahan diri dari godaan birahi yang membangkitkan hawa nafsu.
Apa jadinya bila orang yang berpuasa mengalami mimpi basah pada siang hari. Apakah mimpi basah di siang hari saat Ramadan membatalkan puasa? Berikut penjelasannya.
Mimpi basah adalah fenomena yang mungkin terjadi pada remaja laki-laki atau pria dewasa, dimana terjadi ejakulasi pada saat tidur tanpa adanya stimulasi seksual.
Mimpi basah atau ihtilam sendiri merupakan kondisi keluarnya air mani atau sperma pada pria, yang tidak disengaja.
Ini merupakan suatu kondisi yang normal dan alami, yang disebabkan oleh perubahan hormonal dan penuhnya kantong sperma (vesikula seminalis) pada pria.
Mimpi basah biasanya lebih sering terjadi pada pria yang berusia produktif, yaitu kisaran usia remaja hingga usia 30-an, dan lebih sering terjadi pada pria yang jarang melakukan masturbasi.
Tidak ada risiko kesehatan yang mengacaukan mimpi basah, dan ia tidak akan memperlemahkan tubuh atau memperpendek usia.
Mimpi Basah Membatalkan Puasa?
Mimpi basah pada siang hari saat puasa ternyata tidak membatalkan puasa. Hal ini seperti disampaikan seorang ulama besar Universitas Al-Azhar Kairo Mesir Syekh Ali Jum’ah seperti dilansir dari NU Online, Kamis (14/3/2024).
Syekh Ali Jum'ah menjelaskan, mimpi basah pada siang hari di bulan Ramadhan tidak membatalkan puasa seseorang. Namun, mereka yang mengalami mimpi basah bisa segera mandi junub dan meneruskan puasanya hingga Magrib.
"Puasanya diteruskan sampai waktu Magrib, dan dia tidak berkewajiban membayar utang puasa," tulis Syekh Jum’ah dalam bukunya Syekh Ali Jum’ah Menjawab 99 Soal Keislaman.
Mengutip sebuah hadist Nabi Muhammad, Syekh Jum’ah berpendapat bahwa orang yang sedang tidur tidak terkena khitab (aturan) Allah, sebagaimana anak kecil dan orang gila.
Ketiga orang tersebut tidak dinilai berdosa ketika berbuat sebuah kesalahan sampai mereka terbangun (bagi orang yang sedang tidur), menjadi dewasa (bagi anak-anak), dan sehat kembali (bagi orang gila).
"Orang berpuasa yang mengalami mimpi basah ketika tidur siang tidak berdosa," jelasnya.
Dirinya mengatakan bahwa manusia tidak bisa terlepas dari urusan tidur, sehingga Allah tidak membebani mereka dengan hukum-hukumnya ketika dalam keadaan terlelap. Bagi Syekh Jum’ah, ini merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada manusia.
Berita Terkait
-
Berapa Hari Lagi Bulan Puasa Ramadhan 2026? Mari Hitung Mundur
-
Lebih dari Menahan Lapar, Ini Hikmah Puasa Menurut Buku 'Puasa: Kado Spesial untuk Allah'
-
Niat Puasa Qadha Ramadan: Arab, Latin, dan Waktu Tepat Pengucapannya
-
Puasa Berapa Hari Lagi? Ini Jadwal Penetapannya dari Kemenag, NU dan Muhammadiyah
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
Terkini
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja
-
Warga Bandar Tarutung Tapsel Berjuang Atasi Jalan Berlumpur Pascabanjir, Aktivitas Ekonomi Tersendat
-
Kapolda Aceh Ngaku Tak Tahu Motif Anggota Brimob Gabung Tentara Bayaran Rusia
-
8 Jembatan Bailey Dibangun di Aceh Timur Pascabencana