Scroll untuk membaca artikel
Suhardiman
Minggu, 07 April 2024 | 02:35 WIB
Tangkapan layar Kabid SMP Disdik Medan mengarahkan memilih capres tertentu. [Ist]

Pada intinya, Andy menegaskan, ia dalam pertemuan itu hanya mengarahkan rekan-rekan guru lainnya untuk menggunakan hak pilih.

"Kita kan intinya mengarahkan sebagai rakyat Indonesia gunakan hak pilih, (pilih) putra-putra terbaik bangsa. Tidak mengarahkan (salah satu capres saja), karena terpotong," imbuhnya.

Lebih lanjut Andy mengaku video tersebut awalnya beredar di internal grup WhatsApp PGRI Medan saja.

"Sebenarnya internal grupnya itu, cuma mungkin ada yang konsumsi ke pihak lain," ucapnya.

Dalam rapat itu, tidak hanya ASN saja yang hadir, melainkan dari guru honorer dan swasta juga hadir.

"Semua hadir ada honor, ada swasta, PGRI kan bukan hanya ASN saja, pensiunan ada," ungkapnya.

Andy membantah kalau ada instruksi khusus dari pimpinan di Pemko Medan untuk mengarahkan dukungan dalam Pemilu 2024. Begitu juga insruksi buat para guru di Medan untuk memilih capres-cawapres 02.

"Oh, gak ada (instruksi), gak mungkin ada faktor sengaja," ucapnya.

Andy pun mengaku telah menerima dan menjalani sanksi ringan yang dijatuhkan kepadanya.

"Proses diperiksa di Bawaslu, KASN, inspektorat sudah selesai. Sanksi kita jalani, kalau kita dianggap salah," katanya.

Load More