SuaraSumut.id - Zaman terus melaju dengan pesat, tidak heran jika desain hunian turut mengalami perubahan. Berbeda dengan generasi yang lebih tua, anak milenial dan Gen Z hari ini tidak hanya memikirkan fungsi, tapi juga menuntut estetika apik dan fleksibilitas untuk desain rumah mereka.
Mulai dari pendekatan minimalis hingga tata ruang yang inovatif, anak muda memimpikan hunian yang mencerminkan semangat kreatif dan sesuai dengan corak kepribadian mereka.
Mengikuti kepedulian zaman, anak muda juga cenderung menginginkan rumah yang sejalan dengan prinsip berkelanjutan dan ramah lingkungan. Lantas, apa saja contoh desain rumah tersebut? Yuk, simak daftarnya!
1. Modern Tropical
Rumah ala modern tropical menggabungkan elemen modern dalam khazanah arsitektur dengan karakteristik hunian wilayah tropis yang khas seperti material alami, ventilasi yang baik, dan integrasi dengan alam sekitar.
Secara umum, rumah gaya ini mengandalkan tata letak terbuka untuk memaksimalkan aliran udara yang masuk, sehingga terasa sejuk di siang hari. Rumah modern tropical juga dilengkapi teras, kursi santai, meja, atau bahkan kolam renang kecil untuk menambah kenyamanan penghuninya.
Biasanya, rumah modern tropical menggunakan palet warna netral seperti putih, krem, cokelat, dan abu-abu sebagai dasar dengan aksen warna alami seperti hijau daun, biru langit, atau warna-warna bunga tropis untuk menambah sentuhan warna.
2. Modern Industrial
Desain rumah modern industrial menggabungkan elemen-elemen industri dan modern untuk menciptakan tampilan unik, keren, dan fungsional. Rumah industrial tampak mencolok dengan material yang ‘disembunyikan’ dalam pakem hunian pada umumnya, seperti beton terbuka, batu bata ekspos, kayu alami, dan baja.
Baca Juga: BRI Beri Dukungan Guna Memajukan Sepak Bola Nasional
Palet bernuansa netral seperti abu-abu, hitam, putih, dan coklat sering digunakan pada rumah modern industrial. Palet ini memberikan kesan yang bersih dan modern. Kesan ini kemudian dipoles lebih lanjut dengan detail teknis seperti pipa-pipa ekspos, fitting lampu yang terlihat, dan struktur bangunan terbuka.
3. Split Level
Pendekatan split level menggabungkan elemen-elemen industrial dengan desain split level. Desain split level diperlukan apabila rumah memiliki beberapa tingkat yang terpisah secara bertahap, dan setiap tingkat memiliki akses langsung ke tingkat terdekat tanpa tangga yang terlalu curam.
Serupa konsep industrial, rumah ini juga menggunakan material kasar. Selain itu, desain split level memungkinkan kombinasi material berbeda pada setiap tingkat, seperti beton untuk lantai tingkat bawah dan kayu untuk lantai tingkat atas.
4. Brutalism
Brutalism adalah aliran arsitektur yang lahir pada pertengahan abad ke-20 di Inggris. Hunian brutalis punya ciri khas pada penggunaan beton kasar, eksposur struktur bangunan, dan bentuk geometris sederhana. Rumah gaya ini mengedepankan fungsionalitas materi, dengan palet warna yang cenderung monokrom.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata 'Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah'
-
Gempa Guncang Gayo Lues Aceh
-
Prabowo Berencana Bentuk Dewan Pengawas BGN, Nanik Diminta Jadi Ketua
-
Eksekusi Cambuk di Simeulue, Dua Terhukum Jalani Hukuman di Depan Umum
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Target Harga Tembus Rp3.400