SuaraSumut.id - Dua daerah di Aceh, yaitu Lhoknga di Kabupaten Aceh Besar dan Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang, berpotensi mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Pasalnya, kedua daerah ini memiliki topografi serupa, yakni terletak di area karst atau batuan kapur berpori.
Plt Kepala Pelaksana BPBA Fadmi Ridwan mengatakan, saat ini Lhoknga sudah mengalami kekeringan. Sementara Kuala Simpang masih aman.
"Saat ini yang sudah kejadian di Lhoknga sedangkan di sana (red-Kuala Simpang) belum, tetapi sudah bersiaga. Di sana sudah kita siagakan dua mobil tangki," katanya melansir Antara, Senin (29/7/2024).
Gubernur Aceh beberapa waktu lalu telah memperingatkan bahwa wilayah Aceh diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya pada awal Juni dan mencapai puncaknya pada Agustus 2024.
Oleh karena itu, Gubernur Aceh meminta BPBA meningkatkan kesiapsiagaan untuk melakukan Aktifasi Pos Komando (POSKO) siaga kekeringan yang terintegrasi dengan unsur TNI/Polri dan Pemegang Konsensi Usaha Perkebunan pada wilayah masing- masing.
"Melakukan apel siaga kekeringan dan gelar peralatan pendukung penanggulangan bencana karhutla, meningkatkan upaya pencegahan dan pemantauan titik api pada daerah rawan karhutla hingga ke pelosok gampong dengan cara memberdayakan Relawan Pemadam Kebakaran (Redka) gampong," ungkapnya..
Ridwan juga meminta agar Forkopimda di kabupaten/kota juga turut membantu menghadapi bencana kekeringan pada musim kemarau.
"Kalau BPBD Aceh menangani secara parsial tidak kuat, Forkopimda daerah harus berkolaborasi dengan BPBD di kabupaten/kota," ucapnya.
Seperti diketahui, BMKG telah memperingatkan sejumlah wilayah di Aceh berpotensi mengalami kekeringan akibat curah hujan yang rendah pada musim kemarau. Kondisi ini diperkirakan akan terjadi hingga September mendatang.
Untuk bulan Juli ini, wilayah Aceh yang diprakirakan mengalami curah hujan rendah (0-50 mm) meliputi Banda Aceh, sebagian besar Aceh Besar, sebagian kecil Pidie, sebagian kecil Bener Meriah dan sebagian kecil Aceh Utara.
Wilayah Aceh lainnya diprakirakan mengalami curah hujan menengah (51-100 mm), kecuali sebagian wilayah Aceh Selatan dan sebagian kecil wilayah Nagan Raya yang diprakirakan mengalami curah hujan tinggi.
Berita Terkait
-
Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD Rp10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar
-
Dua Bulan Pascabanjir, Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang Mulai Pulih Bertahap
-
5 Gerak Cepat Sufmi Dasco Ahmad untuk Percepatan Pemulihan Aceh
-
Walhi Ungkap Parahnya Bencana Ekologis Aceh Tamiang, Negara Baru Hadir Sepekan Kemudian
-
Tanah Amblas Gerus Perkebunan Warga di Aceh Tengah
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
Terkini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja
-
Warga Bandar Tarutung Tapsel Berjuang Atasi Jalan Berlumpur Pascabanjir, Aktivitas Ekonomi Tersendat
-
Kapolda Aceh Ngaku Tak Tahu Motif Anggota Brimob Gabung Tentara Bayaran Rusia
-
8 Jembatan Bailey Dibangun di Aceh Timur Pascabencana
-
Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Turun di Hari Libur