SuaraSumut.id - PB PON Aceh-Sumut menyiapkan 5.970 kamar untuk menampung sekitar 13.603 peserta hingga panitia pelaksana PON. Hal ini dikatakan oleh Ketua Bidang Akomodasi PB-PON Wilayah Aceh, Akmil Husen, melansir Antara, Selasa (6/8/2024).
"Sejauh ini kita sudah menyediakan lebih kurang 5.970 kamar untuk 33 cabang olahraga," katanya.
Berdasarkan data sementara, dari 33 cabor pertandingan di Aceh, akan ada sebanyak 13.603 orang datang ke Aceh. Diantaranya, tamu VVIP/VIP 747 orang, 7.058 atlet, 3.688 official dan 2.110 panpel.
Kamar-kamar ini tersebar di 8 zona di Aceh. Rinciannya zona satu Banda Aceh, Aceh Besar 9.676 orang dengan ketersediaan 4.152 kamar (121) hotel atau tempat penginapan.
Zona dua Sabang ada 723 orang dengan ketersediaan 309 kamar (27 hotel), zona tiga Pidie 643 orang 293 kamar (18 hotel), zona empat Aceh Utara 294 orang dengan 142 kamar (8 hotel), zona lima Aceh Timur 431 orang dengan 190 kamar (8 hotel).
Kemudian, zona enam Aceh Barat 831 orang dengan ketersediaan kamar 397 (17 hotel), zona tujuh Bener Meriah dan Aceh Tengah 687 orang dengan 342 kamar (11 hotel), dan zona delapan Aceh Tenggara 318 orang dengan 145 kamar (9 hotel).
Dirinya memastikan ketersediaan saat ini sudah tercukupi, meskipun angka pasti untuk atlet hingga perangkat pertandingan final belum disampaikan.
"Kepastian angka riil nanti akan disampaikan pada rapat DRM tanggal 11 Agustus 2024 baik jumlah atlet dan official menurut cabor dan kontingen. Angka finalnya saat DRM," ujarnya.
Meski belum ada data final, pihaknya memastikan ketersediaan saat ini mencukupi kebutuhan para peserta yang datang ke Aceh, karena hitungan sementara ini sudah pada angka maksimal.
Ada kemungkinan jumlahnya setelah DRM nanti lebih kecil dari yang sudah dihitung. Karena, jumlah atlet yang lolos kualifikasi tidak mungkin bertambah jadi lebih banyak.
Berita Terkait
-
Jejak 2 Ahli Kimia Asal China di Balik Lab Sabu 1,2 Ton di Aceh, Datang Khusus Jadi 'Koki' Kristal
-
Asap Picu ISPA, Ruang Rawat RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Penuh
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Perempuan di Aceh dan Papua Makin Rentan Akibat TNI
-
Dugaan Korupsi Program Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat: 126 Saksi Diperiksa, Negara Rugi Segini
-
Huntap Belum Rampung, Aceh Minta PLN Lanjutkan Pasokan Listrik untuk Korban Banjir
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jangan Anggap Aman! Vape Ternyata Punya Risiko Serius bagi Kesehatan
-
Empat Orang Ditangkap Terkait Dugaan Fasilitasi Jarimah Zina Online di Aceh Barat
-
Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Pecatan TNI Gadaikan 13 Mobil Rental di Dairi untuk Berjudi, Modus Kampanye Pilkades
-
Driver Taksi Online Dirampok Lalu Jasadnya Dibuang ke Asahan, 2 Pelaku Ditangkap dan Ditembak