SuaraSumut.id - Polisi telah menangkap dua pelaku penyerangan dan pembacokan terhadap anggota Yonif 100/PS Prada D di Kota Medan. Kedua pelakuberinisial DHM (34) dan RDS (35).
"Pelaku yang diamankan ada dua," kata Kapolrestabes Medan Kombes Teddy Jhon Sahala Marbun, Selasa (6/8/2024) malam.
Teddy menyebut DHM (34) merupakan Ketua IPK Ranting Sekip dan RDS adalah anggota IPK.
"Peran DHM menemui saksi inisial AS dan berkata 'abang yang tadi ya'. Peran RDS bersama-sama dengan DHM menemui AS, sehingga pelaku langsung meninju AS," ujarnya.
Usai melakukan penganiayaan, kata Teddy, pelaku pergi ke arah Jalan Sekip. Nahas, Prada D yang melakukan pengejaran menjadi sasaran penyerangan dan dibacok.
Petugas yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memeriksa saksi-saksi serta rekaman kamera CCTV.
Saat ini petugas masih mencari tiga pelaku lainnya berinisial TT, MGS, dan MIR. Ketiganya kabur usai menganiaya korban.
Disinggung soal pemicu pertikaian ormas dan anggota TNI ini karena cekcok di lokasi hiburan malam, Teddy menjawab pihaknya masih mendalami.
"Ini kita dalami apa sebelumnya ada cekcok. Kita belum dapat rekaman awalnya, kita hanya dapat rekaman CCTV di Jalan Sekip," jelasnya.
Dirinya mengultimatum ketiga pelaku lainnya untuk segera menyerahkan diri.
"Kami meminta untuk segera menyerahkan diri, supaya tidak terjadi dampak yang merugikan," pungkasnya.
Diketahui, Prada D mengalami luka parah usai menjadi korban penyerangan sekelompok anggota geng motor ormas di Medan, pada Minggu (4/8/2024). Akibat kejadian tersebut, mata Prada D dikabarkan mengalamui kebutaan.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Rumah Hakim PN Medan Kebakaran, Sengaja Dibakar atau Murni Kecelakaan?
-
Pria Viral Ngaku Anak Kasat Narkoba Medan Palak Pedagang di Deli Serdang Minta Maaf
-
Pria di Deli Serdang Ngaku Anak Kasat Narkoba Medan Palak Pedagang Viral, Begini Nasibnya
-
Bikin Malu! Personel Polantas di Medan Terekam Pungli Pengendara Motor Rp 100 Ribu
-
Heboh Istri Serka HS Pembunuh Eks TNI Dilepas Polisi
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme
-
Imigrasi Sumut Sosialisasikan Rancangan Aksi Perubahan Simpel DBI
-
Effendi Simbolon Soroti Beasiswa LPDP dan KIP Kuliah, Minta Mahasiswa PTS Diperhatikan
-
Puluhan Santri Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus saat Acara HSN Pemkab Deli Serdang
-
UHN Bidik Investasi Rp1 Triliun untuk Smart Campus dan Rumah Sakit