Scroll untuk membaca artikel
Suhardiman
Sabtu, 30 November 2024 | 23:18 WIB
Talkshow Langkah Bersama Cegah DBD di Deli Park, Medan. [Suara.com]

"Sehingga harapan kita untuk Sumatera Utara ini, bisa kita tekan sekecil mungkin untuk kasusnya dan juga harapan kita tidak ada meninggal karena demam berdarah," sambungnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemberantasan dengue di Indonesia.

"Tujuan kami dari Takeda sama dengan tujuan Indonesia, yaitu mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030," katanya.

Andreas mengatakan DBD merupakan salah satu ancaman kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Namun, dengan mengambil langkah bersama, mengedukasi masyarakat, menerapkan 3M plus, dan dengan memanfaatkan solusi inovatif seperti vaksinasi.

"Maka tujuan bersama (nol kematian) dapat tercapai," harapnya.

Takeda sebagai perusahaan kesehatan yang inovatif, kata Andreas, berkomitmen memastikan akses yang seluas-seluasnya bagi masyarakat memperoleh vaksin.

"Tapi komitmen kami lebih dari sekadar vaksin. Kami bekerja sama dengan erat bersama pemerintah, rumah sakit, asosiasi medis, dan rekan-rekan media sekalian, untuk mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan DBD," jelasnya.

"Sehingga bersama-sama kita dapat mencapai tujuan nol kematian akibat dengue pada tahun 2030," katanya.

Dr. Dewi Sari, SpA, spesialis anak, menjelaskan vaksin DBD sebaiknya dilakukan dua kali demi untuk proteksi lengkapnya, dengan jarak 3 bulan.

"Perlu dikasih dari anak usia 6 tahun sampai usia 45 tahun, jadi untuk usia anak dan dewasa," ungkapnya.

Load More