SuaraSumut.id - La Nina diprediksi melanda Aceh pada Maret hingga Mei 2025, memengaruhi pola curah hujan di wilayah tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh menyebut fenomena ini akan berdampak signifikan terhadap berbagai daerah, baik dengan peningkatan maupun penurunan curah hujan.
"Pantauan ENSO (El Niño-Southern Oscillation) menunjukkan suhu muka laut di Samudera Pasifik yang jaraknya jauh dari Aceh tetap memberikan dampak beragam pada iklim di Aceh," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Aceh, Muhajir, dikutip dari Antara, Sabtu (14/12/2024).
Menurutnya, berdasarkan analisis data curah hujan periode 1991-2020, selama La Nina, beberapa wilayah Aceh diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan sebesar 5 hingga 20 persen pada Desember 2024, Januari, dan Februari 2025. Namun, wilayah lainnya justru akan mengalami penurunan curah hujan sekitar 5 persen dibandingkan kondisi normal.
Dampak La Nina terhadap curah hujan di Aceh bervariasi, tergantung musim dan lokasi geografis. Pada periode Juni-Juli-Agustus (JJA), hampir seluruh Aceh diprediksi mengalami peningkatan curah hujan, kecuali Aceh Utara dan Nagan Raya yang menunjukkan penurunan.
Sementara itu, pada musim September-Oktober-November (SON), wilayah Sabang dan Aceh Utara diperkirakan mengalami penurunan curah hujan, sedangkan Aceh Besar dan Nagan Raya justru mencatat peningkatan signifikan.
Muhajir menambahkan bahwa musim Desember-Januari-Februari (DJF) akan membawa peningkatan curah hujan di Aceh Utara dan Nagan Raya, tetapi Aceh Besar malah diperkirakan mengalami penurunan.
Pada musim Maret-April-Mei (MAM) 2025, Sabang dan Aceh Utara akan mengalami peningkatan curah hujan, terutama di Aceh Utara, sementara Aceh Besar dan Nagan Raya mencatat penurunan.
Lebih lanjut, analisis BMKG menunjukkan sebagian besar zona musim (ZOM) di Aceh diprediksi mengalami peningkatan curah hujan selama periode DJF. Namun, beberapa zona seperti ZOM 6 (Aceh Tamiang), ZOM 12 (Aceh Tengah dan sebagian Aceh Timur), ZOM 13 (Aceh Barat Daya dan sebagian Aceh Selatan), serta ZOM 15 (pesisir barat Aceh) akan mencatat tren penurunan curah hujan.
"Pada musim La Nina-DJF, peningkatan curah hujan terlihat di banyak wilayah, kecuali di zona 6, 12, 13, dan 15," jelas Muhajir.
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor di wilayah yang mengalami peningkatan curah hujan, serta tetap memantau informasi terkini dari BMKG terkait fenomena ini.
Berita Terkait
-
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Lebih Kering
-
Pemerintah Diminta Waspadai El Nino, Produksi Padi Terancam Turun
-
Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton
-
Gempa Dangkal Guncang Bener Meriah Aceh, BMKG Imbau Warga Tetap Tenang
-
Akses Jembatan Krueng Tamiang Kembali Dibuka, Kementerian PU Pulihkan Konektivitas Warga
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
Terkini
-
Ini Cara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan agar Keuangan Tetap Aman
-
Pilu Pasutri Bersujud di Depan Baliho Bobby Nasution, Minta Bantuan Pengobatan Anak
-
Jangan Panik! Ini Cara Mengatur Pengeluaran Saat Rupiah Melemah
-
Benarkah Harga Minyakita Masih Rp15.700 per Liter di Sumut?
-
Jadwal SIM Keliling Medan 8-14 Juni 2026, Cek Lokasi dan Syarat Perpanjangannya