SuaraSumut.id - Seorang karyawan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Kabupaten Aceh Timur berinisial AD (30) ditangkap Kepolisian Daerah Aceh karena diduga menilap deposito nasabah Rp700 juta. Ia telah ditahan sejak Rabu (18/12) untuk diproses hukum.
Menurut AKBP Supriadi, Kepala Subdirektorat Fiskal, Moneter, dan Devisa Ditreskrimsus Polda Aceh, AD bertugas di BSI KCP Indra Makmu, Aceh Timur.
“Yang bersangkutan telah mengaku mengalihkan dana deposito nasabah hingga Rp700 juta," kata Supriadi, Jumat (20/12/2024).
Supriadi menyebut perkara ini berawal saat seorang nasabah mendatangi BSI KCP Indra Makmu pada 4 Juni 2024 untuk mencairkan deposito sejumlah Rp700 juta. AD kala itu yang bertugas sebagai customer service bilang ke nasabah tersebut agar deposito dicairkan pada 13 Juni.
"Tersangka ini menunda pencairan deposito nasabah, tapi ia juga meminta bilyet deposito beserta KTP nasabah dengan alasan untuk proses pencairan,” ujar Supriadi.
Nasabah mengikuti saran AD karena sudah kenal lama. Namun, menurut Supriadi, AD justru langsung mencairkan deposito itu ke rekening baru yang dibuatnya sendiri atas nama nasabah tersebut.
Selepas menguasai seluruh deposito itu, AD mengalihkan seluruh uangnya ke rekening Seabank miliknya melalui mesin EDC pada Agen BSI Smart di wilayah Kecamatan Indra Makmur, Aceh Timur. Pentransferan tersebut memakai kartu ATM yang dicetak atas nama nasabah.
Pada 18 Juni 2024, AD mengakui perbuatan tersebut kepada Branch Manager atau pimpinan cabang BSI setempat. Karena pengakuan itu, AD lantas diaudit sehingga terungkap bahwa ia mencarikan deposito seorang nasabah Rp700 juta. BSI kemudian melaporkan kasus ini ke Polda Aceh.
"AD diduga telah melakukan pencatatan palsu dalam transaksi dan atau tidak melaksanakan langkah-langkah dalam proses penerbitan nomor rekening serta pencairan deposito tanpa sepengetahuan nasabah dan atau penyalahgunaan dana deposito milik nasabah,” kata Supriadi.
Baca Juga: Konsumsi BBM di Aceh Diprediksi Naik pada Libur Nataru
AD akan dijerat dengan Pasal 63 Ayat (4) huruf b dan Pasal 66 Ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
_________________________________
Kontributor Aceh: Habil Razali
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Sejoli di Medan Diciduk Edarkan Pod Getar asal Malaysia, Disembunyikan di Jam Dinding
-
2 Pegawai SPPG di Tulungagung Pakai Sabu, Satu Direhabilitasi-Satu Diproses Hukum
-
Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Masih Sah? Ini Penjelasan Bank Indonesia
-
Serunya Pestapora 2026, Makin Ringan dengan Cicilan 0% BRI Kartu Kredit
-
Kunjungi AMPI Sumut, Zigo Rolanda Siap Bawa Semangat Baru Maju Caketum DPP