SuaraSumut.id - Sekitar 31 pemuda yang sebagian di antaranya merupakan mahasiswa menyerang dan menjarah warung kelontong di Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat.
Pihak kepolisian lalu melakukan penyelidikan dan menangkap sembilan orang terkait peristiwa itu. Mereka yang ditangkap berstatus mahasiswa aktif, yaitu FN, US, PS, SS, JS, RS, BL, ES dan RJT.
"Ada sembilan orang yang ditangkap dan dilakukan penahanan guna proses penyidikan," kata Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan, Senin (20/1/2025).
Gidion mengatakan bahwa pelaku penyerangan ini berasal dari kelompok mahasiswa, bukan geng motor. Peristiwa bermula dari perkelahian antara dua kelompok mahasiswa di salah satu universitas di Medan.
"Bermula dari perkelahian dua kelompok, Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum dari salah satu universitas, kemudian berlanjut saling mencari," ujar Gidion.
Pada Kamis (16/1/2025) kemarin, kelompok mahasiswa melakukan pencarian terhadap mahasiswa lainnya, hingga terjadi aksi pengejaran sampai ke warung kelontong itu.
"Kelompok yang kami tetapkan tersangka yang mengawali, mencari, kelompok yang lain," ungkapnya.
Pelaku lainnya yang melakukan penyerangan dan penjarahan tersebut diimbau untuk menyerahkan diri.
"Kasusnya adalah 365 ayat 2 atau pencurian dengan kekerasan, kemudian pasal 170 ancaman hukuman 12 tahun penjara," ungkap Gidion.
Sebelumnya, viral video yang memperlihatkan sejumlah pemuda menyerang dan menjarah warung kelontong di Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat.
Dilihat pada Minggu (19/1/2025), awalnya ada tiga pemuda lari masuk ke dalam warung. Salah seorang pria diduga penjaga warung sedang tidur nyenyak di dalam warungnya.
Tak lama berselang, datang sejumlah pemuda yang kelihatannya sedang mencari tiga orang yang lebih dahulu masuk ke dalam warung.
Mereka lalu mengobrak-abrik seisi warung untuk mencari orang yang mereka kejar. Kegaduhan ini membuat penjaga warung terbangun.
Melihat ramai orang yang tidak dikenalnya mengobrak-abrik warungnya, penjaga warung mencoba menyelamatkan diri.
Namun apesnya penjaga warung itu malah menjadi sasaran amuk. Ia dipukul jatuh dan diinjak-injak kawanan geng motor. Puas menganiaya korban, para pemuda tersebut pergi meninggalkan lokasi.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Proker, Ini 8 Soft Skill Berharga yang Diam-Diam Terasah Saat KKN
-
Prosesi Wisuda Lama? Ini 9 Barang Kecil tapi Bermanfaat yang Wajib Dibawa
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Redefinisi Pengabdian: Dari Mahasiswa Kritis Menjadi Mahasiswa Konten
-
Buku Kisah-Kisah Nyesek saat KKN: Dari Lele Kuning hingga Begal Kampung
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
BNN Sumut Bongkar Sebuah Rumah di Helvetia, Total 8 Kg Sabu Disita
-
Eks Direktur Pelindo Korupsi Pengadaan Kapal Divonis 5 Tahun Penjara
-
Sequis Life Dorong Masyarakat Mengevaluasi Kebutuhan Perlindungan
-
Viral Siswa Seberangi Sungai di Atas Tali, Pemerintah Aceh Desak BNPB Bangun Jembatan
-
2 Anak Medan Ditangkap Kasus Narkoba Lintas Pulau, Modus Kirim Paket Ekspedisi