SuaraSumut.id - Ratusan warga Medan memblokir Jalan Pantai Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (23/1/2025) pagi. Aksi tersebut merupakan wujud protes keras masyarakat sekitar terhadap rencana eksekusi rumah di Jalan Pantai Timur Gang Sempurna Medan.
Eksekusi di lahan seluas 18.151 meter ini mengancam ruang hidup 24 kepala keluarga (KK) yang telah menempati lahan dan membangun rumah sejak tahun 1964 silam.
"Ini adalah warga Gang Sempurna ada 24 KK. Mereka adalah pemilik tanah yang sah sejak tahun 1964," kata Pandapotan Tamba selaku kuasa hukum warga kepada SuaraSumut.id di lokasi unjuk rasa.
Ia mengatakan, warga sudah mengajukan gugatan ke PTUN dan sudah inkrah di Mahkamah Agung (MA) bahwa Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Handoko Gunawi alias Awi sudah dibatalkan MA.
"Dan itu sudah berkekuatan hukum tetap," kata Pandapotan.
Tapi pada tahun 2021 pemilik sertifikat atas nama Suharto, balik nama atau pengalihan dari Handoko Gunawi mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan bahwasanya dia masih pemilik yang sah sertifikat.
"Dan pengadilan memutuskan menang di pihak Suharto. Oleh karena itu, saat ini mereka ingin mengeksekusi dan warga melakukan perlawanan," ungkapnya.
Pandapotan mengatakan warga disini adalah pemilik yang sah, bukan penggarap.
"Malahan kami tidak mengenal atas nama Handoko maupun Suharto yang mengklaim tanah seluas hampir 18.151 meter persegi milik mereka," imbuhnya.
Pandapotan mengatakan, pihaknya sudah mengajukan peninjauan kembali. "Dan pemerintah dalam hal ini sangat kita kecewakan lurah dan Kepling melakukan penindasan agar warga memberikan tanah ini kepada Suharto atau mafia tanah dengan harga rugi yang tidak setimpal," katanya.
"Ada masing-masing dihargai Rp 50 juta, ada yang dihargai Rp 100 juta, jadi ini tidak setimpal. Dan bukan ganti ruginya yang kami terima, tapi kami disini menegaskan bahwasanya warga disini adalah pemilik yang sah, bukan penggarap," sambungnya lagi.
Pandapotan pun berharap agar Presiden Prabowo Subianto mau turun tangan membantu warga untuk menyelesaikan konflik lahan ini.
"Dan hari ini seharusnya pemerintah berdiri dengan rakyat bukan pemerintah berdiri pada mafia tanah," katanya.
Pantauan SuaraSumut.id di lokasi tampak warga memblokir jalan di tiga titik lokasi di Jalan Pantai Timur Medan. Warga membentangkan kayu dan membakar ban di tengah jalan.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
7 Fakta Pembunuhan Wanita dalam Boks di Medan: Motif Seks Menyimpang hingga Terekam CCTV
-
Kasus TPPO Jual Bayi Terungkap di Medan, Kemen PPPA Sebut Modus Sudah Dilakukan Sebelum Anak Lahir
-
6 Fakta Wali Kota Medan Kembalikan 30 Ton Beras Bantuan UEA, Nomor 6 Jadi Alasan Utama
-
Wakil Walkot Medan Ngamuk Dapati Parkir Berlapis Dekat RSUD Pirngadi: Jangan Dibiasakan
-
Bobby Nasution Batal Hadiri Pisah Sambut Wali Kota Meski Telah Datang ke Balai Kota, Apa Sebabnya?
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bcrobes Dorong Riset Berbasis Mikrobioma, Ungkap Potensi Probiotik dalam Mendukung Terapi Jerawat
-
Listrik Baru Menyala Setelah Padam? Jangan Langsung Tenang, Ini Barang Elektronik Paling Rawan Rusak
-
LAPK: Keluhan Pasien Viral Jadi Alarm Transparansi Layanan Rumah Sakit
-
Imigrasi Sumut Perkuat Kolaborasi Strategis Bersama BP3MI
-
Pria di Medan Ditangkap gegara Jual Video Porno Sesama Jenis Lewat Aplikasi