Dalam agama seperti Islam, misalnya, ada ajaran yang menekankan untuk berbuat baik kepada orang tua, terutama ibu, dan berbicara kasar bisa dianggap sebagai bentuk durhaka yang memiliki konsekuensi spiritual.
Dalam Islam, berbicara kasar kepada ibu kandung dianggap sebagai perbuatan dosa besar dan termasuk dalam kategori durhaka kepada orang tua (‘uquq al-walidain). Hukumnya jelas haram, berdasarkan Al-Qur’an, hadis, dan konsensus ulama.
Dalil dari Al-Qur’an
Allah berfirman dalam Surah Al-Isra’ (17:23-24):
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, serta ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah menyayangiku sewaktu kecil".
Ayat ini menegaskan bahwa bahkan mengucapkan kata sekecil "ah" (yang menunjukkan ketidaksabaran atau kekesalan) kepada orang tua dilarang, apalagi berbicara kasar. Perintah ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan orang tua, terutama ibu, dalam Islam.
Dalil dari Hadist
Rasulullah SAW bersabda:"Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua". (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Hadis ini menunjukkan bahwa perilaku buruk seperti berbicara kasar kepada ibu bisa mendatangkan murka Allah. Dalam hadis lain, Rasulullah juga menyebut durhaka kepada orang tua sebagai salah satu dosa besar: "Dosa besar yang paling besar adalah menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hukuman dan Konsekuensi
- Dosa Besar: Berbicara kasar kepada ibu termasuk bentuk durhaka, yang merupakan dosa besar setelah syirik (menyekutukan Allah).
- Konsekuensi Dunia: Bisa kehilangan keberkahan hidup, seperti sulitnya rezeki atau ketenangan hati.
- Konsekuensi Akhirat: Ancaman siksa di akhirat bagi yang tidak bertaubat, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis tentang nasib orang yang durhaka.
Cara Menebus Kesalahan
Jika seseorang pernah berbicara kasar kepada ibunya, Islam mendorong untuk:
Berita Terkait
-
Diskon Sushi Tei dari BRI, Segera Klaim Sebelum Kehabisan
-
Apresiasi Nasabah, BRI Persembahkan Diskon 20 Persen di Lim Jia Kopitiam
-
Diskon Makan di Song Fa Medan dari BRI, Kulineran Mewah Tanpa Bayar Mahal
-
Banding Ditolak, 2 Terdakwa Kasus DJKA Medan Tetap Dihukum 4 dan 5 Tahun Penjara
-
Saksi Ungkap Permintaan Rp500 Juta dalam Kasus Dugaan Pemerasan Bangun Paulus
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Polisi Gerebek Bengkel Motor yang Dijadikan Gudang Vape Narkoba di Deli Serdang
-
Buku Nikah Hilang atau Rusak? Ini Syarat dan Cara Mengurus Penggantinya
-
Cara Menghapus Akun Media Sosial Secara Permanen
-
Kodam Benarkan Prajurit TNI dari Kodim Langkat Ditangkap Terkait 47 Kg Sabu di Pekanbaru
-
Sambut HUT ke-131, BRI Perkuat Komitmen Memajukan Negeri