SuaraSumut.id - Seorang ibu rumah tangga (IRT) inisial TI (35) warga Desa Tanah Anou, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, ditangkap pihak kepolisian karena diduga menipu empat agen BRILink.
Dalam aksinya pelaku dapat meraup total nominal transfer sebanyak Rp 28,8 juta.
"Pelaku ditangkap di sebuah rumah kos di Desa Reulet Barat, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, pada Senin 5 Mei 2025 sekira pukul 02.30 WIB," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Timur Iptu Adi Wahyu Hidayat, melansir Antara, Kamis 8 Mei 2025.
Terungkapnya kasus ini bermula saat TI mendatangi Fakhrurrazi (37) agen BRILink di depan terminal Idi, pada Selasa 28 April 2025.
Saat itu, TI meminta korban mengirimkan uang ke salah satu rekening yang disebutnya dengan nominal Rp 6,9 juta.
Setelah korban menyerahkan slip bukti transfer, TI meninggalkan lokasi dengan alasan hendak mengambil uang di ATM.
Namun, pelaku tidak kunjung kembali dan saat dihubungi tidak menunjukkan itikad yang tidak baik. Merasa ditipu, korban kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Idi Rayeuk.
Polisi lalu melakukan penyelidikan dan akhirnya mengetahui di hari yang sama terjadi kasus serupa di tiga lokasi lainnya.
Di antaranya di Desa Gampong Baro, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, dengan nominal transfer Rp 6,7 juta.
Kemudian di Agen BRILink depan Meunasah Babul Khairat, Desa Keude Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, dengan nominal transfer Rp 7.2 juta dan di Agen BRILink Lhoknibong, Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur, dengan total Rp 8 juta.
"Dari keterangan korban, penipuan tersebut dilakukan pelaku yang sama. Para korban juga menerangkan identitas pelaku yang dilakukan penyelidikan terhadap keberadaan wanita itu," ujarnya.
Berdasarkan hasil pendalaman informasi, kata Adi Wahyu Hidayat, ibu rumah tangga tersebut diketahui berada di sebuah rumah kos di Desa Reulet Barat. Tim langsung bergerak dan menangkapnya.
"Atas perbuatannya, TI disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP dengan hukuman maksimal empat tahun penjara. Penyidik masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap penipuan dilakukan pelaku," ucap Adi.
Sementara itu, Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi mengimbau pemilik agen BRILink untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan. Serta segera melaporkan ke polisi jika mengalami penipuan.
"Kami ingatkan jangan terpengaruh dengan tawaran atau permintaan mencurigakan. Selalu berhati-hati dan waspada munculnya modus tersebut. Ini sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang," kata Irwan Kurniadi.
Tips Menghindari Penipuan Modus Transfer
Berikut beberapa tips untuk menghindari penipuan dengan modus transfer:
Sebelum Melakukan Transfer
Verifikasi Identitas Penerima
- Jangan mudah percaya: Jangan langsung percaya dengan nomor rekening yang diberikan begitu saja, terutama jika Anda tidak mengenal orang tersebut secara pribadi.
- Cek informasi kontak: Jika memungkinkan, hubungi penerima melalui saluran lain (misalnya, telepon atau media sosial) untuk memastikan nomor rekening yang diberikan benar.
- Cek reputasi: Jika bertransaksi dengan penjual online, periksa ulasan atau testimoni dari pembeli lain.
Waspadai Permintaan Mendesak
- Jangan panik: Penipu seringkali menggunakan taktik tekanan waktu atau cerita yang mendesak untuk membuat Anda segera melakukan transfer tanpa berpikir panjang.
- Tenangkan diri: Ambil waktu sejenak untuk berpikir jernih dan mengevaluasi situasi sebelum bertindak.
Perhatikan Detail Rekening
- Nama pemilik rekening: Pastikan nama pemilik rekening sesuai dengan identitas yang Anda ketahui. Jika ada perbedaan yang mencurigakan, jangan lanjutkan transaksi.
- Nomor rekening: Periksa kembali nomor rekening dengan cermat sebelum melakukan transfer. Kesalahan satu digit saja bisa berakibat fatal.
Gunakan Rekening Bersama (Escrow) untuk Transaksi Online
- Keamanan ekstra: Jika memungkinkan, gunakan platform e-commerce yang menyediakan layanan rekening bersama (escrow). Dana Anda akan ditahan oleh pihak ketiga yang netral hingga barang atau jasa diterima sesuai kesepakatan.
Hati-Hati dengan Tawaran yang Terlalu Bagus
- Waspadai diskon besar: Jika ada tawaran yang terlalu murah atau tidak masuk akal, berhati-hatilah. Ini bisa jadi indikasi penipuan.
- Lakukan riset harga: Bandingkan harga barang atau jasa yang ditawarkan dengan harga di tempat lain.
Saat Melakukan Transfer
Periksa Kembali Data
- Konfirmasi: Sebelum menekan tombol "Transfer", pastikan semua data yang Anda masukkan sudah benar, termasuk nomor rekening, nama penerima, dan jumlah transfer.
Simpan Bukti Transfer
Dokumentasi: Simpan bukti transfer (screenshot atau resi) sebagai bukti jika terjadi masalah di kemudian hari.
Setelah Melakukan Transfer
Konfirmasi dengan Penerima
Pastikan dana diterima: Hubungi penerima untuk memastikan dana sudah diterima dengan benar.
Laporkan ke Bank Jika Terjadi Penipuan
Segera bertindak: Jika Anda merasa menjadi korban penipuan, segera laporkan ke bank Anda dan pihak berwajib. Semakin cepat Anda melapor, semakin besar peluang untuk memulihkan dana Anda.
Berita Terkait
-
Dari Toko Sembako Jadi Agen BRILink, Kisah Sri Asih Bantu Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
-
702 Ribu Rekening Diblokir Terkait Penipuan, Dana Rp825,2 Miliar Berhasil Diamankan
-
Scam Juga Menjerat Anak Umur 8 Tahun, Begini Modusnya
-
Meutya Hafid Gandeng Polri Perangi Judi Online hingga Penipuan Digital
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald, Ini Alasannya
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC