Suhardiman
Minggu, 18 Mei 2025 | 15:50 WIB
Ketua Umum PSBI Dr Effendi MS Simbolon dalam Rakerwil Gabungan PSBI Sumut & Aceh diselenggarakan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut. [dok Istimewa]

SuaraSumut.id - Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Gabungan se-Provinsi Sumatera Utara (Sumut) & Aceh, pada Sabtu 17 Mei 2025 kemarin. 

Rakerwil Gabungan PSBI Sumut & Aceh diselenggarakan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan.

Ketua Umum PSBI, Dr. Effendi MS Simbolon dalam Rakerwil Gabungan mengatakan  bahwa pada Juli 2025 mendatang, PSBI sudah 18 tahun berdiri.

Dirinya mengatakan bahwa PSBI selalu ingin mendapatkan perhatian pemerintah dalam bentuk diikutsertakan dalam program-program pembangunan.

Baca Juga:

Dilantik Jadi Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen, Effendi Simbolon Akan Gandeng Prabowo Majukan Pendidikan

"PBSI merupakan organisasi yang dibentuk untuk melestarikan warisan nilai-nilai masyarakat adat Batak yang diwariskan leluhur marga Simbolon, dan turut serta memberdayakan anggota dalam mencapai kesejahteraan jasmani dan rohani,” kata Effendi Simbolon dalam keterangan yang diterima. 

Dalam proses organisasi, kata Effendi Simbolon, PSBI apolitik dan aniaga. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) nantinya, selalu dilaksanakan evaluasi. Sementara di Rakerwil, dibahas apa saja hal-hal yang akan dibawa untuk Rakernas.

"Kita organisasi yang taat asas dan undang-undang. Sejak didirikan, didaftarkan ke Kemenkumham, dan ini sudah keempat kalinya," ujar Effendi Simbolon.

Effendi menuturkan, program-program pembangunan dari pemerintah yang jadi sorotan PSBI kali ini adalah soal Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta Koperasi.

“Nah, soal UMKM dan Koperasi ini, kita bisa melibatkan para anggota. Tujuannya dapat membantu pemerintah mewujudkan Asta Cita,” ucap Effendi Simbolon.

Baca Juga:

 Effendi Simbolon Dorong UHN Jadi Universitas Terbaik

Ketua Umum PSBI Dr Effendi MS Simbolon dalam Rakerwil Gabungan PSBI Sumut & Aceh diselenggarakan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut. [dok Istimewa]

Singgung Soal Kerusakan Alam

Rakerwil Gabungan PSBI Sumut & Aceh turut dihadiri berbagai tamu undangan, salah satunya Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt Dr Victor Tinambunan.

Pada kesempatan itu, Ephorus menyinggung soal kerusakan alam yang terjadi di Tano Batak. Dirinya pun menyerukan untuk menutup pabrik pulp PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang berlokasi di Kabupaten Toba.

Ephorus menilai keberadaan TPL telah memicu berbagai bentuk krisis sosial dan ekologis, mulai dari rusaknya alam dan keseimbangan ekosistem serta rentetan bencana ekologis.

Menurut Pdt Dr Victor Tinambunan, menjaga dan melestarikan lingkungan Tuhan merupakan tanggung jawab bersama.

Baca Juga:

Ephorus HKBP: Tano Batak Adalah Bagian dari Ciptaan Tuhan

Pasalnya, ada beberapa pertimbangan, 1 dari 10 ancaman global, krisis ekologis atau perubahan iklim berada diurutan nomor 1.

"Ini ancaman yang sangat mengerikan. Jika tidak ada tindakan untuk ancaman global, maka kita akan menghadapi kiamat prematur," jelasnya.

Ephorus menyampaikan, sesuai Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, ada 2 yang secara khusus berkaitan dengan tugas merawat alam.

Pertama adalah ekonomi hijau, yang meminimalkan merusak lingkungan alam dan memaksimalkan untuk kesejahteraan manusia, serta memperkuat penyelarasan kehidupan harmonis dengan lingkungan dan budaya.

"Dengan doa yang sungguh-sungguh tanpa pengaruh apapun, HKPB menyeruhkan TPL ditutup untuk selamanya pada tanggal 7 Mei kemarin," bebernya.

Rumuskan Program Kerja

Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yaitu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Sumut, Mulyono menyampaikan atas nama Pemprov Sumut mengucapkan selamat dan apresiasi kepada PSBI yang melaksanalan Rakerwil Gabungan.

“Kami harapkan PSBI dapat merumuskan program kerja yang baik. Karena kami percaya selama ini PSBI sudah melakukan hal-hal baik di Sumut," katanya.

Load More