SuaraSumut.id - Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Pangdam I/ BB) Mayjen TNI Rio Firdianto menilai, Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) sebagai wadah pemersatu masyarakat Batak memiliki arti penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika sosial.
Hal tersebut dikatakan oleh Pangdam I BB dalam sambutannya saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Gabungan se-Provinsi Sumatera Utara (Sumut) & Aceh, beberapa waktu lalu.
Rakerwil Gabungan PSBI Sumut & Aceh diselenggarakan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan.
Pangdam juga mengatakan, rapat kerja ini diharapkan bukan hanya kegiatan rutin tahunan tetapi menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi dan mengevaluasi pencapaian serta kinerja masa depan dalam upaya membangun dan menjaga nilai-nilai budaya, sosial, tetapi juga kebersamaan masyarakat Batak di Sumut dan Aceh.
“PSBI menjadi garda terdepan dalam melestarikan kearifan lokal dan merawat harmoni antar suku antar agama dan budaya," katanya.
Sebab, dikatakan Pangdam I BB, hal tersebut selaras dengan tujuan Bukit Barisan menjaga stabilitas keamanan dan perlu mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.
Oleh karena itu, sinergi TNI dengan masyarakat seperti PSBI sangat penting untuk ditumbuhkan. TNI senantiasa membuka ruang kolaborasi demi tercapainya tujuan bersama
Dirinya berharap PSBI tidak hanya fokus terhadap program kerja dan evaluasi kegiatan tetapi juga menjadikan forum ini sebagai ruang yang terbuka untuk berkomunikasi.
"Mari kita satukan visi dan semangat dalam membangun PSBI. Saya akan terus mendukung seluruh kegiatan positif selama sejalan dengan semangat kebangsaan dan cinta tanah air," ucapnya.
Ketua Umum PSBI, Dr. Effendi MS Simbolon, dalam Rakerwil Gabungan mengatakan, pada Juli 2025 mendatang, PSBI sudah 18 tahun berdiri.
PSBI selalu ingin mendapatkan perhatian pemerintah dalam bentuk diikutsertakan dalam program-program pembangunan.
“PSBI merupakan organisasi yang dibentuk untuk melestarikan warisan nilai-nilai masyarakat adat Batak yang diwariskan leluhur marga Simbolon, dan turut serta memberdayakan anggota dalam mencapai kesejahteraan jasmani dan rohani," kata Effendi Simbolon.
Dalam proses organisasi, kata Effendi Simbolon, PSBI apolitik dan aniaga. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) nantinya, selalu dilaksanakan evaluasi. Sementara di Rakerwil, dibahas apa saja hal-hal yang akan dibawa untuk Rakernas.
"Kita organisasi yang taat asas dan undang-undang. Sejak didirikan, didaftarkan ke Kemenkumham, dan ini sudah keempat kalinya," sebut Effendi Simbolon.
Dirinya menuturkan, program-program pembangunan dari pemerintah yang jadi sorotan PSBI kali ini adalah soal Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta Koperasi.
Berita Terkait
-
TNI Harus Swadaya Tangani Bencana, Ketua Banggar DPR Desak BNPB Lebih Gesit Koordinasi Anggaran
-
Reformasi yang Direvisi Diam-Diam: Apa yang Sebenarnya Hilang di 2025?
-
KSAD Ungkap Perjuangan TNI Kerja 24 Jam di Aceh: Pakai Dana Swadaya, yang Penting Jalan Tersambung!
-
Purbaya Kaget Dengar Curhat TNI, Mesti Utang demi Perbaiki Infrastruktur Terdampak Bencana
-
Terima Bantuan Dari 'Langit', Warga Desa Ekan Aceh Berikan Durian ke TNI AU
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Program Pemberdayaan PNM Perluas Dampak Sosial Sepanjang 2025
-
Rektor Unimal Puji Langkah Taktis Dasco Orkestrasi Bantuan untuk Aceh: Cegah Kemiskinan
-
Mulai 2026, Registrasi Kartu SIM Wajib Rekam Wajah, Warga Medan Soroti Teknis dan Keamanan Data
-
1.225 Orang di Sumut Tewas karena Kecelakaan Sepanjang 2025
-
5.737 Personel Gabungan Amankan Malam Tahun Baru di Sumut