SuaraSumut.id - Medan tidak hanya dikenal sebagai kota multikultural yang kaya akan kuliner, tetapi juga pernah menjadi rumah bagi deretan pusat perbelanjaan modern yang begitu megah dan meriah pada masanya.
Mal-mal ini bukan sekadar tempat untuk berbelanja, tetapi juga menjadi pusat gaya hidup, hiburan, dan interaksi sosial bagi warga kota.
Namun, seiring berjalannya waktu, geliat kehidupan yang dulu begitu terasa di dalam lorong-lorong mal kini perlahan sirna.
Banyak dari mal yang dulu jadi ikon kemegahan Medan, kini hanya menyisakan bangunan kosong, cerita masa lalu, atau bahkan telah rata dengan tanah.
Apa yang membuat mal-mal ini runtuh? Persaingan bisnis, pergeseran tren belanja ke e-commerce, hadirnya mal-mal baru yang lebih modern, hingga musibah seperti kebakaran, menjadi penyebab lesunya pusat-pusat belanja ini.
Dirangkum dari SuaraSumut.id, berikut mal legendaris di Medan yang dulunya menjadi primadona, namun kini tinggal kenangan:
Dibangun pada 1984 di Jalan MT Haryono, Olympia Plaza adalah mal tertinggi di masanya dengan sembilan lantai.
Di era 80-an hingga awal 90-an, Olympia adalah destinasi wajib anak muda, keluarga, dan para pencari hiburan.
Bioskop, toko pakaian, dan tempat makan memadati mal tersebut. Namun sinarnya mulai meredup saat Medan Mall hadir dengan konsep lebih segar dan nyaman.
Kini, hanya beberapa lantai dari bangunan megah ini yang masih difungsikan, itupun sebagai pusat grosir pakaian. Sisanya? Kosong dan senyap.
2. Deli Plaza
Deli Plaza di Jalan Putri Hijau adalah surga hiburan masa lalu. Berdiri tahun 1985, mal ini terkenal dengan rollercoaster dalam ruangan, sebuah daya tarik unik yang jarang dimiliki mal lain.
Ditambah dengan butik mewah, restoran, dan sekolah musik, Deli Plaza menjadi ikon anak muda.
Namun memasuki era 2000-an, pamornya menurun. Mal ini akhirnya dirombak total dan kini hadir dengan nama baru yang lebih modern, yaitu Deli Park.
Meski bangunan berubah, jejak kenangan masih melekat bagi mereka yang pernah bersuka cita di sana.
3. Perisai Plaza
Berdiri sejak 1988 di Jalan Pegadaian, Perisai Plaza dulunya dikenal dengan hiburan malam dan arena bowlingnya, fasilitas yang langka di masa itu.
Tempat ini jadi titik pertemuan para profesional muda dan pencinta hiburan.
Sayangnya, sekitar tahun 2007, aktivitasnya mulai menurun karena berbagai faktor, termasuk ekonomi.
Kini Perisai Plaza sudah tak lagi beroperasi, meninggalkan ruang kosong di tengah geliat kota yang terus berubah.
4. Medan Plaza
Medan Plaza di Jalan Iskandar Muda merupakan pelopor mal bertingkat di Medan, berdiri kokoh sejak tahun 1982.
Lokasinya yang strategis, berdekatan dengan pusat perdagangan tradisional Petisah, menjadikan mal ini sangat ramai dikunjungi.
Warga Medan tak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga menikmati hiburan dari bioskop, gym, hingga restoran.
Namun, takdir berkata lain. Pada tahun 2015, Medan Plaza dilalap si jago merah dalam sebuah kebakaran besar.
Bangunan yang pernah menjadi simbol kemajuan kini hanya tinggal puing-puing, dan sejarah kejayaannya tinggal dalam ingatan warga kota.
5. Aksara Plaza
Terletak di kawasan Jalan Aksara, mal ini dulunya sangat populer, terutama bagi warga di perbatasan Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
Aksara Plaza menawarkan pengalaman belanja dan hiburan lengkap di luar pusat kota.
Namun, seperti Medan Plaza, mal ini juga mengalami nasib tragis. Kebakaran hebat pada 2016 menghanguskan seluruh bangunan.
Kini, tempat tersebut hanya menyisakan kenangan dan cerita pilu warga yang pernah menjadi pengunjung setianya.
6. Hermes Place Polonia
Hermes Place di Jalan Mongonsidi, yang sempat menjadi simbol kemewahan baru ketika dibuka pada 2010.
Dengan konsep yang modern dan fasilitas lengkap, mulai dari fashion, kuliner, hingga wahana air, Hermes Place menjadi favorit warga kota.
Sayangnya, kondisi mal kini sangat memprihatinkan. Tenant hampir tak ada yang tersisa.
Mal yang dulu berkilau kini sunyi bak tempat kosong tak berpenghuni.
Berita Terkait
-
Wajah Baru Cibubur: Menilik Konsep 'Lifestyle Landmark' yang Bakal Jadi Tempat Nongkrong Baru
-
Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya
-
Hanya 10 Bulan Penjara untuk Nyawa Siswa SMP, Vonis Sertu Riza Pahlivi Tuai Kecaman Publik
-
DJKI Hadirkan Layanan KI di MPP Jakarta, Permudah Akses dan Pendampingan Masyarakat
-
Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Listrik Medan Padam Berulang Pasca Blackout, LAPK Tuntut Kompensasi dan Transparansi
-
Pasutri di Medan Ditemukan Meninggal dalam Mobil di Depan Rumah, Bermula dari Listrik Padam
-
Kapal Ikan Tenggelam di Perairan Asahan, 2 Nelayan Dilaporkan Hilang
-
Imigrasi Sumut Kawal Kedatangan 254 Pelari Mancanegara di Event Trail of The Kings 2026
-
8,4 Kg Sabu-Pod Getar Asal Sumut Gagal Terbang ke Kalimantan, 2 Orang Ditangkap