SuaraSumut.id - Mencari jodoh bukan sekadar mencari objek untuk memenuhi kebutuhan emosional atau biologis, tetapi merupakan perjalanan penting dan bermakna dalam kehidupan seseorang. Proses ini melibatkan pertimbangan matang agar dapat membangun rumah tangga yang harmonis, tentram, dan bahagia.
Dalam tradisi dan budaya, seperti pepatah Jawa bibit, bebet, bobot, mencari jodoh menekankan pentingnya asal-usul, lingkungan, dan kualitas pribadi calon pasangan. Dalam Islam, mencari jodoh juga dianggap sebagai bagian dari ibadah dan upaya yang perlu dilakukan dengan niat yang baik, doa, serta ikhtiar.
Jodoh diyakini sebagai cerminan diri untuk mendapatkan pasangan yang baik, seseorang juga perlu memperbaiki diri dan menjaga akhlak. Berikut adalah sepuluh cara mencari jodoh yang baik menurut ajaran Islam, berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan nasihat para ulama:
1. Luruskan Niat
Niatkan mencari jodoh semata-mata untuk mengharap ridha Allah SWT, bukan sekadar memenuhi hawa nafsu atau tuntutan duniawi. Niat yang benar akan mendatangkan keberkahan dalam proses pencarian jodoh.
2. Perbaiki Diri
Jadilah pribadi yang baik, karena jodoh adalah cerminan diri. Allah berfirman, “Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik” (QS. An-Nur: 26).
3. Perbanyak Doa dan Istighfar
Mohonlah kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar diberikan jodoh yang baik. Sertai dengan memperbanyak istighfar dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang lalu, agar hati dan jalan dimudahkan.
4. Tingkatkan Ibadah Wajib dan Sunnah
Laksanakan ibadah wajib dengan konsisten dan lengkapi dengan ibadah sunnah seperti salat tahajud, dhuha, dan puasa sunnah. Ibadah mendekatkan diri kepada Allah dan membuka pintu kemudahan.
5. Perluas Relasi dan Silaturahmi
Aktiflah dalam lingkungan sosial, komunitas, atau kegiatan keagamaan. Semakin luas pergaulan, semakin besar peluang bertemu dengan calon jodoh yang baik.
6. Tetapkan Kriteria yang Realistis
Miliki kriteria jodoh, namun jangan terlalu mempersulit diri dengan standar yang terlalu tinggi. Fokuslah pada kriteria utama seperti agama dan akhlak.
Berita Terkait
-
Antara Sayang dan Sakit: Mengapa Orang Tetap Bertahan dalam Hubungan Toxic?
-
Lebih dari Sekadar Cocok, Ini Ciri-ciri Pasangan yang Sefrekuensi
-
8 Alasan Ilmiah Seseorang Berselingkuh Menurut Psikologi: Kerap Diabaikan?
-
Tinggal Dekat Kota, Tetap Dekat dengan Alam: Pilihan Ideal bagi Pasangan Muda
-
Jangan Cuma Rebahan, Coba 5 Kegiatan Ini Bersama Pasangan di Akhir Pekan
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 5 Mobil Bekas Toyota Pengganti Avanza, Muat Banyak Penumpang dan Tahan Banting
- 27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Januari 2026: Ada Arsenal 110-115 dan Shards
- iQOO 15R Lolos Sertifikasi Resmi, Harga Diprediksi Lebih Terjangkau
Pilihan
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
4 Cara Memilih Outfit yang Tepat Sesuai Warna Kulit
-
18 Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Belajar di Tenda
-
Telkomsel Pulihkan Jaringan di Desa Pulo Gelime Aceh
-
Pengusaha Nasi Kuning Setubuhi Pekerja Wanita, Diancam Tak Digaji dan Dipaksa Tetap Kerja 15 Tahun
-
3 Pilihan Motor Matic yang Siap Hadapi Banjir