SuaraSumut.id - Cuaca ekstrem menerjang Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut). Angin puting beliung disertai hujan lebat dan petir terjadi pada Sabtu 12 Juli 2025 sore, menyebabkan kerusakan di lima desa di Kecamatan Sei Rampah.
Bencana ini menerjang Desa Pematang Ganjang, Desa Simpang Empat, Desa Firdaus, Desa Silau Rakyat, dan Desa Cempedak Lobang.
Puluhan rumah warga mengalami rusak berat dan ringan, serta empat orang mengalami luka-luka akibat tertimpa bangunan gudang ampas ubi kayu di Dusun IX Rambung Besar Kecamatan Sei Rampah.
Kepala Desa Simpang Empat, M. Nazaruddin, menjelaskan bahwa mereka memilih tetap bertahan di gudang karena hujan deras yang disertai angin kencang. Namun nahas, gudang tersebut roboh menimpa mereka.
Korban adalah Mansur (22) yang mengalami patah tulang di pergelangan kaki kanan, Pungut (55) mengalami sesak di dada, Asnan (45) mengalami luka ringan. Sementara itu, Hartono (48) mengalami luka robek di jempol tangan kanan.
Kepala Desa Simpang Empat, M Nazaruddin, menjelaskan bahwa mereka memilih tetap bertahan di gudang karena hujan deras yang disertai angin kencang. Namun nahas, gudang tersebut roboh menimpa mereka.
"Ke empat korban tengah bekerja di gudang penjemuran ampas ubi kayu, berhubung hujan lebat disertai angin kencang mereka batal pulang dan tetap bertahan berteduh di dalam gudang. Tiba-tiba bangunan gudang ambruk dan ke empatnya tertimpa bangunan," katanya melansir Antara, Minggu 13 Juli 2025.
Diakui Nazaruddin, puting beliung juga merusak belasan rumah warga Dusun IX Rambung Besar dengan kondisi rusak berat dan ringan, data sementara ada 13 rumah warga yang menjadi korban.
Plt Kepala BPBD Sergai, Abdul Rahman Purba, menyebutkan bahwa laporan sementara angin puting beliung disertai hujan lebat melanda lima Desa.
"Laporan sementara yang masuk ke pihak kita puluhan rumah rusak dengan kondisi berat dan ringan, selain itu empat orang warga Desa Simpang Empat juga mengalam luka-luka akibat tertimpa bangunan gudang yang roboh, " kata Abdul Rahman.
Berita Terkait
-
Link Live Streaming Hujan Meteor Lyrid April 2026: Tonton Meteor Tanpa Teleskop
-
Kloter Pertama Haji 2026 Berangkat Serentak, Ribuan Jamaah Mulai Diterbangkan
-
7 Komponen Mobil yang Krusial Diperiksa selama Musim Hujan demi Keamanan
-
Cerita dari Alun-Alun Jember: Menemukan Ruang Ternyaman di Tengah Hujan
-
BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Perkuat Ekonomi Perbatasan, BRI Buka Layanan Money Changer di PLBN Motaain
-
Audiensi dengan Gubernur Bobby Nasution, Imigrasi Bahas Penanganan Pengungsi hingga Pengelolaan Aset
-
Imigrasi Sumut Kukuhkan Forkopdensi, Benteng Baru Kedaulatan Negara
-
Jangan Sampai Haji Anda Rusak! Ini 10 Larangan Selama di Tanah Suci yang Harus Dipahami
-
Tragedi Dini Hari di Aceh Timur: Dua Warga Kampar Tewas Usai Motor Dihantam Ford Everest