SuaraSumut.id - BMKG mengeluarkan peringatan dini terhadap cuaca ektrem di Sumatera Utara (Sumut). Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan.
Prakirawan BBMKG wilayah I Medan, Christiani menjelaskan dalam beberapa hari terakhir, wilayah Sumatera Utara dilanda hujan setiap hari.
"Berdasarkan data pengamatan curah hujan dari beberapa stasiun BMKG di Sumatera Utara, tercatat intensitas hujan berada pada kategori sedang hingga lebat dengan durasi yang cukup lama disertai angin yang cukup kencang," katanya, melansir Antara, Senin 14 Juli 2025.
Nilai intensitas hujan tertinggi tercatat di pos hujan Stasiun Geofisika Deli Serdang sebesar 142 mm, BBMKG Wilayah I Medan sebesar 67,5 mm, dan Stasiun Klimatologi Sumatera Utara sebesar 76.8 mm.
Tidak hanya curah hujan yang meningkat, kecepatan angin maksimum juga terpantau tinggi. Di Stasiun Meteorologi Aek Godang, kecepatan angin mencapai 30 meter per detik.
Penyebab Cuaca Ekstrem di Sumatera Utara
Berdasarkan analisis kondisi atmosfer, fase MJO (Madden Julian Oscillation) beberapa hari terakhir berada pada fase 4, didukung oleh aktifnya gelombang atmosfer yaitu gelombang Kelvin dan gelombang Rossby.
Terdapat juga pengaruh dari monsun asia yang membawa massa udara lembab dari Laut China Selatan dan Samudra Hindia Barat Sumatera Utara
Analisis pola angin menunjukkan adanya sirkulasi siklonik di wilayah Pantai Barat Sumatera Utara dan adanya konvergensi angin yang terjadi tepat di wilayah Sumatera Utara.
Faktor-faktor ini meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dalam durasi yang cukup panjang hampir di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Berdasarkan pantauan citra radar selama satu minggu terakhir, terlihat adanya pertumbuhan awan signifikan dari siang hingga dini hari.
Untuk lima hari ke depan, 13 hingga 17 Juli 2025, pola cuaca diperkirakan akan tetap sama seperti kondisi sekarang terutama untuk wilayah Langkat, Deli Serdang, Karo, Kota Binjai, Medan, Gunung Sitoli, Nias, Nias Barat, Nias Utara, dan Nias Selatan.
Kondisi yang sama juga dapat terjadi di Kabupaten Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Sibolga, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Simalungun, Toba, Kabupaten Samosir dan Kabupaten Dairi.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan angin kencang yang telah terjadi dalam sepekan terakhir.
Mengingat cuaca bersifat dinamis, masyarakat diharapkan untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG.
Berita Terkait
-
Gubernur Bobby Nasution Pastikan Penanganan Banjir Jalan Letda Sujono Dimulai 2027
-
Anak Krakatau Erupsi Lagi, BMKG Pastikan Sebaran Abu Vulkanik Tak Sampai ke Jakarta
-
Anggota DPR Kritik Kinerja BMKG: Belum Maksimal, Info Bencana Masih Umum dan Pakai 'Bahasa Komputer'
-
Gunung Anak Krakatau Mulai Tenang: Tak Ada Ancaman Tsunami, Penerbangan Kembali Normal
-
Terusan Panama Mengancam Lumpuh Berbulan-bulan, Bukan karena Perang Tapi...
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Imigrasi Sumut Dorong Pencegahan PMI Nonprosedural Lewat 171 Desa Binaan-53 Pimpasa
-
Prabowo Dorong Masyarakat Punya Rekening, BRI Siap Perkuat Inklusi Keuangan Nasional
-
Ratusan Calon Jemaah Haji Asal Medan Tak Diketahui Keberadaannya Sejak 2010
-
Komplotan Rayap Besi Curi Kabel Kapal Kargo di Belawan
-
BRI Multiguna Pre-Approved: Solusi Dana untuk Berbagai Kebutuhan