SuaraSumut.id - Makanan dan sikap marah sangat terkait karena makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi kondisi kimiawi otak dan hormon yang mengatur emosi.
Penelitian menunjukkan bahwa makanan tinggi lemak trans, gula, dan kafein dapat meningkatkan perasaan marah, stres, dan iritabilitas dengan memicu perubahan pada neurotransmitter otak.
Selain itu, rasa lapar juga dapat memicu kemarahan karena tubuh menganggapnya sebagai ancaman yang memicu respons stres, meningkatkan hormon kortisol, yang menurunkan serotonin, hormon yang mengatur suasana hati sehingga membuat seseorang gampang marah.
Pola makan emosional atau emotional eating juga menunjukkan bahwa banyak orang makan sebagai cara mengatasi emosi negatif seperti marah dan stres, bukan karena lapar, yang jika tidak dikendalikan dapat memperburuk kondisi emosi.
Dengan demikian, makanan tidak hanya mempengaruhi fisik tetapi juga suasana hati dan sikap emosional seseorang, termasuk kemarahan.
Berikut 6 makanan yang wajib dikurangi agar tidak gampang marah-marah:
1. Makanan olahan dan tinggi gula
Makanan seperti keripik, kue kering, dan sereal manis bisa menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah yang drastis, sehingga suasana hati menjadi tidak stabil dan mudah marah.
2. Kafein berlebihan
Asupan kafein yang berlebihan dari kopi, teh hitam, dan minuman berenergi dapat memicu kecemasan, gelisah, dan emosi yang mudah meledak. Kafein juga mengganggu pola tidur yang memperparah stres.
3. Alkohol
Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan neurotransmitter di otak sehingga mudah tersinggung dan suasana hati berfluktuasi.
4. Gorengan dan lemak trans
Lemak trans yang ada di gorengan dan makanan digoreng bisa menyebabkan peradangan tubuh serta mengganggu fungsi otak dan emosi, sehingga membuat seseorang lebih iritabel dan mudah marah.
5. Makanan pedas
Berita Terkait
-
Tak Cuma Kulineran, Ini Destinasi 'Wajib Singgah' di PRJ 2026 yang Banjir Hadiah
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Dibalik Seporsi Makanan Online: Jejak Sampah dan Ancaman Iklim yang Kita Abaikan
-
Masakan Sering Terbuang, Meal Planning Jadi Solusi Tepat?
-
Pelemahan Rupiah ke Rp 18.000 Ikut Ancam Industri Minuman Kemasan RI
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
TNI AL Gerebek Pesta Sabu di Tengah Laut, 6 Awak Kapal Ikan Ditangkap
-
Gara-gara Baju Ketat! 46 Warga Aceh Barat Terjaring Razia, Langgar Aturan Busana Syariat
-
Dua Pelaku Zina Dicambuk 100 Kali di Depan Publik, Aceh Barat Kirim Pesan Tegas Penegakan Syariat
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan