SuaraSumut.id - Sejumlah wilayah di Aceh, berpotensi dilanda hujan ringan hingga lebat hingga 17 September 2025. Hal ini diakibatkan aktifnya dipole mode.
Dipole mode merupakan fenomena interaksi laut-atmosfer di Samudra Hindia yang dihitung berdasarkan perbedaan nilai (selisih) antara anomali suhu muka laut perairan pantai timur Afrika dan barat sumatera. Secara umum, berdampak pada meningkatnya curah hujan di Indonesia bagian barat.
"Potensi hujan yang terjadi sekarang ini diakibatkan oleh adanya dipole mode yang terpantau aktif memicu adanya aktivitas konvektif di wilayah Indonesia bagian barat," kata Prakirawan BMKG Aceh Betsi, melansir Antara, Senin 15 September 2025.
Selain itu, aktifnya gelombang kelvin, adanya daerah konvergensi di wilayah Aceh serta kondisi suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat sumatera dapat meningkatkan penambahan massa uap air.
"Beberapa kondisi dapat berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Aceh yang berpeluang menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dan bisa disertai kilat/petir serta angin kencang," ujarnya.
Adapun wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang-lebat disertai petir serta angin kencang di Aceh, yaitu:
Hari ini 15 September 2025, mengguyur wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tengah, Sabang, Nagan Raya, Simeulue, Subulussalam, Gayo Lues dan Bener Meriah.
Selasa 16 September 2025, diprediksikan bukan bakal melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
Lalu pada Rabu 17 September 2025, mengguyur Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Gayo Lues dan Bireuen.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar selalu hati-hati ketika melakukan aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan, karena dapat mengakibatkan jalanan licin dan berkurangnya jarak pandang.
Kemudian, sebaiknya menjauh dari tubuh air (misal sungai, pantai, danau, embung dan waduk), dari lereng rawan longsor serta pohon yang rawan tumbang). Serta, harus selalu meningkatkan kewaspadaannya.
"Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tetap waspada dengan terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui berbagai kanal resmi BMKG," kata Betsi.
Berita Terkait
-
Kepala BMKG Merapat ke Istana, Bawa Laporan Karhutla dan Siaga Bencana Hidrometeorologi
-
Cuaca Mendung dan Hujan Pakai Sunscreen Apa? Cek 3 Pilihan yang Bisa Dicoba
-
Hujan Buatan Jadi Jurus Baru Jakarta Sapu Polusi Udara
-
Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi
-
BMKG: Ada Potensi Hujan di Sumatra dan Kalimantan Hari Ini
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
SPBU di Sergai Curangi Konsumen dengan Kurangi Takaran BBM, 2 Orang Ditangkap
-
Polisi Ungkap 5 Kasus Penyalahgunaan BBM di Sumut, 6 Jadi Tersangka
-
Jadwal SIM Keliling Medan 26 Oktober-1 November 2026, Ini 5 Lokasi dan Syarat Perpanjangan
-
Tak Harus Bahagia Dulu, Tersenyum Bisa Memengaruhi Suasana Hati
-
Tikus Masuk ke Atap Rumah? Ini Penyebab dan Cara Mengusirnya