- Perbaikan jalan harusnya selesai di akhir Juni 2025
- Kondisi jalan bekas galian pemasangan pipa masih rusak hingga saat ini
- Pemkot Binjai mendorong perusahaan segera melakukan perbaikan jalan
SuaraSumut.id - Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi mengancam menutup akses ke PT Nindya Karya. Sebab, perusahaan tidak kunjung memenuhi tanggung jawab memperbaiki kembali jalan rusak akibat pemasangan pipa perusahaan itu di beberapa ruas jalan di Kota Binjai.
Hal itu diketahui dari unggahan Hasanul Jihadi atau yang akrab disapa Jiji di Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, Jiji melakukan sidak ke Jalan MT Haryono di Kota Binjai.
"Atas arahan Bapak Wali Kota (@officialamirhamzah), kemarin saya turun langsung ke Jalan M.T. Haryono, Binjai Utara, untuk mendengar keluhan warga sekaligus berdialog dengan perwakilan PT Nindya Karya yang bertanggung jawab atas perbaikan jalan bekas galian proyek yang sebelumnya mereka kerjakan," tulis Jiji dilihat Selasa 23 September 2025.
Jiji menjelaskan jika perbaikan jalan harusnya selesai di akhir Juni 2025, sesuai dengan surat pernyataan saat rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Kota Binjai saat itu. Namun surat pernyataan yang ditandatangani oleh Site Operational Manager PT Nindya Karya, Yordan diabaikan.
Kondisi jalan bekas galian pemasangan pipa perusahaan itu masih rusak hingga saat ini. Sehingga Jiji menilai itu membahayakan pengguna jalan.
"Sesuai komitmen yang telah disampaikan, perbaikan jalan ini seharusnya selesai pada akhir Juni. Namun, hingga hari ini kondisinya masih belum sepenuhnya layak. Beberapa ruas jalan terlihat rusak dan tentu berpotensi membahayakan masyarakat yang melintas," ujarnya.
Oleh karena itu, Pemkot Binjai mendorong agar perusahaan segera melakukan perbaikan jalan itu. Pihaknya juga telah melayangkan surat peringatan ketiga kepada pihak perusahaan untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat pemasangan pipa di Jalan MT Haryono, Jalan Anggur, Jalan Rukam, Jalan Labu, dan Jalan Madura.
Sikap Pemkot Binjai ini merupakan wujud komitmen terhadap aspirasi masyarakat dan memberikan kenyamanan dan rasa aman ke masyarakat. Jiji menegaskan jika Pemkot Binjai akan menutup akses ke PT Nindya Karya jika dalam bulan ini tidak dilakukan perbaikan.
"Kita dalam bulan ini jika tidak ada perbaikan, tidak ada aksi yang lebih baik dan tidak dibaguskan jalannya sesuai dengan bentuk sebelumnya, sesuai dengan standarnya, kami akan memohon dan menindak untuk menutup akses, karena jalan ini rusak bukan hanya estetikanya jelek tapi ini membahayakan pengguna jalan," katanya.
Berita Terkait
-
30 Tahun Menanti, Jalan Rusak di Karet Tengsin Akhirnya Mulus dalam Sebulan
-
Tangannya Patah, Kesaksian Warga Soal Korban Terbaru Lubang 'Maut' di Jalan Raya Parung
-
Jelang Nataru 2025, Organda Soroti Jalan Rusak hingga Solar Langka
-
Bobby Nasution Dukung Siswa Sumut Wakili Indonesia di Olimpiade Sains Internasional di Rusia
-
15 Tahun Menanti, Bobby Nasution Jawab Keluhan Warga Bahorok
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja
-
Warga Bandar Tarutung Tapsel Berjuang Atasi Jalan Berlumpur Pascabanjir, Aktivitas Ekonomi Tersendat
-
Kapolda Aceh Ngaku Tak Tahu Motif Anggota Brimob Gabung Tentara Bayaran Rusia
-
8 Jembatan Bailey Dibangun di Aceh Timur Pascabencana