- Mobil pelapor berinisial S diduga memakai pelat nomor palsu.
- Terlapor Sukidi mengaku mobilnya diserempet saat melaju pelan di persimpangan.
- Polisi menyatakan penggunaan pelat palsu bisa berujung pidana hingga 6 tahun penjara.
SuaraSumut.id - Kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan Desa Percut Seituan, pada 12 Agustus 2025, kian memanas usai terungkapnya dugaan pihak pelapor menggunakan pelat nomor kendaraan palsu.
Dugaan itu diperkuat oleh hasil pengecekan di Kantor Samsat Jalan Putri Hijau, Medan. Di mana pelat nomor yang terpasang pada mobil milik pelapor berinisial S disebut tidak terdaftar.
Kuasa hukum Terlapor, Joko Suandi, mengatakan kecurigaan muncul karena adanya perbedaan pelat saat kejadian dengan pelat yang tertera di laporan.
"Saat kejadian wanita pengendara mobil berbeda dalam laporannya. Hal ini membuat kami curiga sehingga mengeceknya. Hasilnya mobil yang dikendarai S diduga menggunakan identitas kosong alias palsu," kata Joko Suandi dalam keterangannya, Kamis 2 Oktober 2025.
Sementara, terlapor Sukidi (60), sopir pribadi Honda CRV mengaku telah mendapat surat panggilan dari penyidik Satlantas Polrestabes Medan untuk diminta keterangan.
Peristiwa bermula ia melintas di persimpangan Orchard Road. Saat itu, ia mengaku melaju pelan karena melewati gundukan (polisi tidur).
Saat bersamaan mobil pelapor memaksa masuk, sehingga menyerempet bumper depan mobil dikendarai Sukidi.
"Akibatnya bumper CRV dikendarai Sukidi ringsek berat dan airbag mengembang. Sedangkan body samping mobil BYD penyok dan tergores panjang," ucapnya.
Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Siti Rohani Tampubolon mengatakan pihaknya akan mengecek keabsahan pelat nomor yang digunakan pelapor.
"Pasti akan di cek, dan saya akan tanyakan," ujarnya.
Siti mengingatkan bahwa penggunaan pelat nomor kendaraan palsu dapat dikenai sanksi berat. Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas.
Sanksinya berupa pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda maksimal Rp 500.000. Namun, jika masuk dalam ranah pidana pemalsuan dokumen (Pasal 263 KUHP), pelaku dapat diancam pidana penjara hingga 6 tahun.
Berita Terkait
-
Kemenhub Ungkap 39 Persen Keterlibatan Kecelakaan Lalu Lintas Berasal dari Usia Pelajar
-
Kejar Setoran hingga Ketiduran, Sopir BYD Atto 1 Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol
-
PSMS Tekuk PSIS 2-1, Gubernur Bobby Nasution Optimistis Ayam Kinantan Menuju ke Super League
-
Kolaborasi Kapolri-Gubsu Bobby Nasution, Upaya Pemberantasan Narkoba di Sumut Tambah Kuat
-
Kronologi Penembakan Maut di Deli Serdang: Mobil Dipepet hingga Korban Tewas Dibrondong Peluru
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
GAPKI Soroti Tantangan Produksi-Tata Kelola Sawit di IPOS Forum ke-11
-
Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas
-
Air di Sejumlah Wilayah Medan-Deli Serdang Mati, Ternyata karena Ini
-
Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional
-
Polisi Gerebek Gudang Pinang Narkoba di Deli Serdang, Sita 3 Kg Sabu-10 Ribu Ekstasi