- Penagihan pinjol sering menimbulkan masalah karena dilakukan dengan cara yang kasar dan tidak manusiawi.
- OJK menetapkan aturan etika penagihan pinjol agar proses penagihan berjalan sesuai hukum dan menghormati konsumen.
- Pengguna pinjol disarankan memeriksa identitas penagih, meminta dokumen resmi, dan melapor jika mendapat ancaman.
Jangan langsung panik ketika seseorang mengaku sebagai penagih utang datang ke rumah atau menghubungi Anda.
Tanyakan dengan sopan nama lengkap, perusahaan asal, dan surat tugas resmi. Debt collector yang legal pasti membawa dokumen pendukung dari pihak penyelenggara pinjol.
2. Minta Ditunjukkan Kartu Sertifikasi Profesi
Penagih utang resmi wajib memiliki kartu sertifikasi profesi dari APPI. Sertifikat ini membuktikan bahwa mereka bekerja sesuai standar dan diawasi oleh lembaga resmi. Jika tidak dapat menunjukkan bukti, Anda berhak menolak untuk dilayani.
3. Jelaskan Kondisi Anda dengan Baik
Jika Anda sedang mengalami kesulitan finansial, sampaikan dengan sopan dan jujur alasan keterlambatan pembayaran.
Hindari janji palsu atau pernyataan yang tidak bisa ditepati. Sebaiknya hubungi langsung pihak pemberi pinjaman untuk membuat rencana restrukturisasi utang.
4. Periksa Surat Kuasa Penagihan
Jika debt collector mengaku memiliki wewenang untuk melakukan penyitaan, pastikan mereka membawa surat kuasa resmi dari pihak penyelenggara pinjol. Tanpa dokumen ini, semua bentuk penyitaan dianggap tidak sah secara hukum.
5. Pastikan Ada Sertifikat Jaminan Fidusia
Penyitaan hanya boleh dilakukan jika ada sertifikat jaminan fidusia yang sah. Jika penagih tidak bisa menunjukkannya, tolak dengan tegas tapi sopan.
Tips Mencegah Masalah dengan Pinjaman Online
Agar tidak terjebak dalam masalah penagihan, ada baiknya Anda menerapkan langkah pencegahan berikut:
Gunakan pinjol legal yang terdaftar di OJK
Cek daftar resmi di situs OJK untuk memastikan keamanan data dan perlindungan hukum.
Tag
Berita Terkait
-
Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan
-
OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
-
7 Bank Bangkrut di Indonesia pada Kuartal I 2026, Simak Daftar Terbarunya
-
Transaksi Kripto RI Anjlok, Apa yang Terjadi?
-
OJK: Harus Ada Sanksi Pidana untuk Financial Influencer di Medsos dalam RUU P2SK
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
BRI Tetapkan Dividen Rp52,1 Triliun, Pemegang Saham Terima Rp346 per Saham
-
BRI Resmikan Pegadaian di Timor Leste, Ekspansi Global Dimulai
-
Pelatih PSMS Medan Targetkan Hasil Terbaik di Markas Garudayaksa FC Besok
-
FFWS SEA 2026 Spring Dimulai 24 April, 18 Tim Akan Berebut Gelar Raja Asia Tenggara!
-
Menhan Pakistan Sebut Israel 'Kutukan bagi Kemanusiaan', Kecam Serangan yang Terus Menelan Korban