- Mobil dan sepeda motor milik warga Sihaporas ditemukan dalam kondisi dibakar dan dikubur di kedalaman empat meter.
- Warga menduga pekerja PT Toba Pulp Lestari melakukan perusakan dan penghilangan barang bukti.
- Polisi masih menyelidiki kasus penyerangan dan perusakan yang menimbulkan konflik antara masyarakat adat dan PT TPL.
SuaraSumut.id - Giovani Ambarita (30 tahun) tidak dapat menyembunyikan kesedihannya. Pemuda itu mestinya gembira, sebab mobilnya yang telah hilang tiga minggu telah didapatinya kembali.
Namun kabar buruknya, pikap L300 miliknya tinggal rongsokan, tak berbentuk mobil lagi setelah dirusak, dibakar lalu dikubur sedalam 4 meter. Pelakunya diduga pekerja PT Toba Pulp Lestari (PT TPL).
"Saya dibawa polisi untuk menjalani olah TKP hari Jumat lalu. Mobil baru ditemukan dan digali hari Sabtu, 11 Oktober. Menurut keterangan lapangan, mobil ini dibakar. Untuk menghilangkan barang bukti, dikubur sekitar 30 meter dari lokasi parkir. Dikubur dirawa-rawa, sedalam 4 meter. Jaraknya sekitar 150 meter dari lokasi penyerbuan pihak TPL tanggal 22 September lalu," kata Giovani, warga Desa Sihaporas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dalam keterangan tertulis, Rabu 15 Oktober 2025.
Gio mengatakan sangat membutuhkan keberadaan mobil pikap bahas itu sebagai satu-satunya kendaraannya untuk membantu cari makan sehari-hari. Kendaraan itu biasa dia pakai mengangkut pupuk ke ladang, atau mengantar panenan ke tauke.
"Saya tidak terbayang sama sekali begini kejadian. Pelakunya kok sangat sadis, tidak berjiwa kemanusiaan lagi. Lebih-lebih dari binatang. Tampaknya sudah dikonsep sedemikian rupa dan direncanakan matang penyerangan ini," ujar Giovani.
Dirinya merasa heran, sebab mobil tinggal rongsokan.
"Kok bisa ya, apakah setelah dibakar, lalu digilas buldoser baru dikubur?" ucap Gio menduga-duga.
Menurutnya, empat unit sepeda motor dan satu mobil pikap milik masyarakat adat Sihaporas yang hilang selama tiga minggu, akhirnya ditemukan.
Namun kondisinya tidak dapat lagi difungsikan. Sebab tinggal rangka besi yang dirusak, dibakar lalu dikubur di kedalaman 3-4 meter. Kendaraan itu diduga korban kejahatan pekerja TPL yang saat ini tengah berada di Mapolres Simalungun.
Gio memang pantas bersedih. Urusan pemuda, generasi ke-9 keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita di Sohaporas, melalui jalan berliku dan panjang dikaitkan dengan keberadaan pekerja TPL dan konsesi perusahaan itu di kawasan perkampungan.
Gio baru enam bulan menghirup udara segar, bebas Maret 2025, setelah delapan bulan mendekam di penjara akibat tuduhan kriminalisasi pihak TPL.
Ia bersama kawan-kawannya sedang terlelap pada Senin (22/7/2024) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, dikagetkan kedatangan puluhan orang yang tidak mereka kenal. Lima orang warga kemudian dibawa paksa dari kampung mereka yang berlokasi di Kabupaten Simalungun.
Kelima orang tersebut ternyata ditangkap Polres Simalungun. Kelimanya adalah Jonny Ambarita, Thomson Ambarita, Giovani Ambarita, Prado Tamba, dan Dosmar Ambarita.
Gio vonis 8 bulan dengan tuduhan menganiaya bersama-sama pekerja TPL Samuel Sardi Sinaga. Konflik agraria, namun pihak TPL kerap membenturkan masyarakat adat lawan pekerjanya, kemudian mengadu ke polisi, mengkriminalisasi penduduk.
Bukan hanya Gio. Ayahnya, Mangitua Ambarita (69) juga pernah terpenjara dua tahun setelah ditangkap polisi atas aduan pihak TPL. Kala itu Mangitua menjabat sebagai vorhanger gereja Katolik Santo Yohanes Sihaporas, tengah berladang, diangkut polisi yang datang bersama security TPL pada 6 September 2004.
Berita Terkait
-
KPA: Konflik Agraria Naik 15 Persen di Tahun Pertama Prabowo, Kekerasan Aparat Melonjak
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
Gegara Bobby Nasution Tak Dipanggil, Boyamin MAKI Temui Dewas KPK Bawa Bukti Rekaman Sidang
-
Pemerintah Pusat Puji Gerak Cepat Gubernur Bobby Nasution Bangun Huntap Korban Bencana
-
AMAN Catat Konflik 202 Ribu Hektare Wilayah Adat Bengkulu Sepanjang 2025
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja
-
Warga Bandar Tarutung Tapsel Berjuang Atasi Jalan Berlumpur Pascabanjir, Aktivitas Ekonomi Tersendat
-
Kapolda Aceh Ngaku Tak Tahu Motif Anggota Brimob Gabung Tentara Bayaran Rusia
-
8 Jembatan Bailey Dibangun di Aceh Timur Pascabencana